Forbes Masukkan Bank Indonesia ke Daftar Bank Terbaik Dunia 2026, Kinerja Emiten Perbankan Tunjukkan Pertumbuhan Solid
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4958686/original/030324900_1727872149-20241002-Harga_Saham-ANG_4.jpg)
Jakarta — Sejumlah bank asal Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global setelah masuk dalam daftar World’s Best Banks 2026 versi Forbes. Pencapaian ini menunjukkan bahwa industri perbankan nasional mampu menjaga kualitas layanan, memperkuat fondasi bisnis, dan terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan nasabah di era digital.
Salah satu emiten yang kembali menembus daftar tersebut ialah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. Forbes mencatat BCA sebagai satu dari 311 bank global yang berhasil mempertahankan posisinya dari tahun sebelumnya. Capaian ini sekaligus mempertegas konsistensi BCA dalam menjaga performa bisnis dan kualitas layanan di tengah dinamika ekonomi global.
BCA Catat Pertumbuhan Kredit dan Laba Hingga Kuartal I 2026
Sepanjang kuartal pertama 2026, BCA membukukan pertumbuhan kredit sebesar 5,6 persen secara tahunan hingga mencapai Rp994 triliun. Pada saat yang sama, dana giro dan tabungan atau CASA tumbuh 11,2 persen menjadi Rp1.089 triliun, yang memperlihatkan kekuatan likuiditas perusahaan.
Dominasi CASA juga terlihat dari kontribusinya yang mencapai 85,2 persen terhadap total dana pihak ketiga. Berkat dukungan tersebut, BCA berhasil mencetak laba konsolidasi bersama entitas anak sebesar Rp14,7 triliun.
Selain itu, kredit produktif BCA mencapai Rp760,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen secara tahunan. Perseroan juga memperluas pembiayaan berkelanjutan hingga Rp258,4 triliun, setara 26 persen dari total portofolio pembiayaan. Kredit UMKM ikut tumbuh 12 persen menjadi Rp146 triliun, sementara pembiayaan hijau mencapai Rp113 triliun.
Bank Mandiri Bukukan Laba dan Kredit Tumbuh Dua Digit
Selain BCA, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga berhasil masuk dalam daftar World’s Best Banks 2026 versi Forbes. Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026, atau naik 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut didukung tingkat profitabilitas yang tetap kuat, tercermin dari Return on Equity sebesar 22,1 persen. Di sisi lain, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio tercatat solid di level 19,7 persen.
Hingga Maret 2026, Bank Mandiri menyalurkan kredit sebesar Rp1.530 triliun atau tumbuh 17,4 persen secara tahunan. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga mencapai Rp1.675 triliun atau naik 21,1 persen. CASA juga meningkat menjadi Rp1.201 triliun.
Efisiensi operasional terus membaik, terlihat dari rasio BOPO yang turun menjadi 58 persen. Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau NPL gross sebesar 0,98 persen.
Forbes Nilai Kepercayaan dan Layanan Digital Jadi Faktor Utama
Forbes menyusun daftar World’s Best Banks 2026 bersama perusahaan riset pasar Statista melalui survei terhadap lebih dari 54.000 responden di 34 negara dengan 17 bahasa berbeda. Survei berlangsung pada Oktober hingga November 2025.
Dalam survei tersebut, responden menilai sejumlah aspek utama, mulai dari tingkat kepercayaan terhadap stabilitas keuangan bank, kualitas layanan pelanggan, kemudahan akses digital, hingga kualitas nasihat finansial.
Secara global, sebanyak 410 bank berhasil masuk dalam daftar tahun ini. Dari jumlah tersebut, 311 bank berhasil mempertahankan posisi dari tahun sebelumnya, yang mencerminkan konsistensi performa industri perbankan dunia.
Bank Nasional dan Bank Digital Indonesia Perkuat Daya Saing Global
Selain BCA dan Bank Mandiri, sejumlah bank Indonesia lainnya juga masuk dalam daftar bergengsi tersebut. Nama-nama seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga, dan Bank Permata ikut memperkuat representasi Indonesia di panggung global.
Tidak hanya bank besar, bank daerah dan bank digital juga menunjukkan daya saing yang meningkat. Bank Aceh, Bank Raya Indonesia, BCA Syariah, Line Bank, dan SeaBank Indonesia turut menempati daftar bank terbaik dunia 2026.
Masuknya sejumlah bank nasional ke dalam daftar global ini menegaskan bahwa sektor perbankan Indonesia terus berkembang, memperkuat layanan digital, dan menjaga kepercayaan nasabah secara berkelanjutan.
