BEI Siapkan Daftar Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500140/original/044933200_1770816433-IMG_4586.jpeg)
JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan transparansi pasar modal dengan merilis shareholders concentration list, daftar saham yang memiliki kepemilikan terkonsentrasi. Inisiatif ini meniru praktik terbaik bursa global, termasuk Hong Kong, guna memberikan informasi lebih jelas bagi investor mengenai dominasi pemegang saham tertentu.
Jeffrey Hendrik Jelaskan Tujuan Shareholders Concentration List
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan daftar ini membantu pelaku pasar mengidentifikasi saham dengan pemegang saham dominan. Ia menambahkan, struktur kepemilikan yang terkonsentrasi dapat memengaruhi likuiditas dan pergerakan harga saham, sehingga publikasi daftar ini menjadi penting untuk menjaga integritas pasar. Langkah ini juga diharapkan memperkuat kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar modal Indonesia.
BEI Tindak Lanjut Diskusi dengan MSCI
Jeffrey mengungkapkan inisiatif ini merupakan tindak lanjut pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 2 Februari 2026 dan pengiriman dokumen teknis pada 5 Februari 2026. Ia menegaskan pertemuan berlangsung konstruktif, meski detail pembahasan bersifat rahasia, BEI tetap memastikan berbagai langkah penguatan transparansi terus didorong untuk memperbaiki kualitas pasar.
BEI Fokus pada Penguatan Disclosure dan Data Investor
Selain daftar saham terkonsentrasi, BEI memaparkan rencana penguatan disclosure pemegang saham di atas 1 persen. Data investor yang lebih granular juga menjadi perhatian utama agar struktur kepemilikan dapat dipantau dengan lebih efektif. Jeffrey menambahkan, implementasi peraturan 1A yang menaikkan free float dari 7,5% menjadi 15% juga terus berjalan, mendukung stabilitas dan integritas pasar modal Indonesia.
BEI Tingkatkan Transparansi untuk Memperkuat Integritas Pasar Modal
Dengan langkah ini, BEI menegaskan komitmen untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal. Jeffrey menekankan, publikasi daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi dan penguatan data investor akan memberikan panduan lebih jelas bagi investor, mendorong likuiditas yang sehat, dan memperkuat kepercayaan global terhadap pasar saham Indonesia.
