Saham DSNG dan MYOR Menopang Indeks Bisnis-27 Saat Pasar Saham Tertekan
Investor Mendorong IHSG Tetap Bertahan di Tengah Tekanan Jual
Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan Jumat, 19 Desember 2025, dengan pelemahan terbatas di tengah tekanan jual yang masih membayangi pasar saham domestik. Investor menekan IHSG sebesar 0,1 persen hingga berakhir di level 8.609,55. Meski demikian, indeks acuan ini mampu memangkas tekanan setelah sempat menyentuh level terendah di 8.562,89 pada sesi awal perdagangan, seiring masuknya minat beli selektif pada saham-saham tertentu.
Tekanan pasar tidak hanya menyasar IHSG, tetapi juga memengaruhi indeks Bisnis-27 yang mencerminkan kinerja saham unggulan. Indeks hasil kerja sama Bisnis Indonesia dan Bursa Efek Indonesia tersebut turun 0,24 persen ke level 552,88. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih bergerak fluktuatif, meskipun sejumlah saham berkapitalisasi besar berhasil menahan pelemahan lebih dalam.
Saham DSNG dan MYOR Menguat dan Menahan Tekanan Indeks
Di tengah pelemahan indeks, investor mendorong saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. dan PT Mayora Indah Tbk. menjadi penopang utama pergerakan indeks Bisnis-27. Saham DSNG melesat 6,08 persen dan ditutup di level Rp1.570 per saham, sementara MYOR menguat 3,30 persen seiring minat beli yang konsisten dari pelaku pasar.
Selain kedua saham tersebut, penguatan juga terjadi pada PT Trimegah Bangun Persada Tbk., PT United Tractors Tbk., dan PT Barito Pacific Tbk. yang masing-masing mencatatkan kenaikan di atas satu persen. Saham-saham lain seperti PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk., PT Medco Energi Internasional Tbk., dan PT Bumi Resources Tbk. turut menguat dan memperkuat sentimen positif terbatas di tengah tekanan pasar yang masih dominan.
Tekanan Jual Menekan Saham Tambang dan Perbankan
Di sisi lain, tekanan jual masih membebani sejumlah saham anggota indeks. Investor melepas saham PT Vale Indonesia Tbk. sehingga mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 5,73 persen dan ditutup di level Rp4.110 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan pelemahan paling terbatas dengan penurunan 0,26 persen, menandakan tekanan jual relatif terkendali pada sektor perbankan besar.
Pergerakan pasar pada akhir pekan ini menunjukkan investor masih bersikap selektif dan berhati-hati, sembari memanfaatkan saham-saham tertentu sebagai penahan volatilitas indeks menjelang penutupan tahun.
