Direktur Chandra Asri Borong 200 Ribu Saham di Atas Harga Pasar

Erwin Ciputra Tingkatkan Kepemilikan Saham TPIA
Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Erwin Ciputra, membeli 200 ribu saham TPIA pada harga Rp 7.400 per saham pada 28 November 2025. Transaksi ini menelan dana Rp 1,5 miliar dan menambah kepemilikan langsungnya di perusahaan.
Erwin Ciputra Lakukan Serok Saham Sebelumnya
Sebelum transaksi terbaru, Erwin Ciputra telah membeli 450 ribu saham TPIA melalui tiga tahap. Pembelian pertama sebanyak 200 ribu saham dilakukan dengan harga Rp 7.250 per saham, diikuti 100 ribu saham seharga Rp 7.075, dan 150 ribu saham seharga Rp 7.100. Total investasi dari ketiga transaksi mencapai Rp 3,22 miliar. Bursa Efek Indonesia mencatat bahwa tujuan pembelian adalah investasi langsung.
Kepemilikan Saham TPIA Meningkat, Proporsi Tetap Stabil
Sebelum transaksi, Erwin memegang 139.408.272 saham atau 0,16% dari total saham TPIA. Setelah pembelian terbaru, jumlah saham meningkat menjadi 139.858.272 saham, namun proporsi kepemilikan tetap 0,16%. Langkah ini menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan meski harga pembelian berada di atas harga pasar Rp 7.300 per saham pada 9 Desember 2025.
Chandra Asri Catat Laba Bersih Melesat
TPIA membukukan laba bersih setelah pajak sebesar US$ 1,65 miliar hingga kuartal III-2025, melonjak 2.950% dibanding rugi US$ 58,5 juta pada periode sama tahun lalu. Pendapatan bersih perusahaan mencapai US$ 5,1 miliar, empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari lini kimia US$ 2,7 miliar dan kilang US$ 2,31 miliar. Infrastruktur menyumbang US$ 98,9 juta.
TPIA Optimalkan Arus Kas dan Belanja Modal
Perusahaan mencatat arus kas operasi sebesar US$ 75,3 juta dan mengalokasikan belanja modal US$ 355,5 juta. Total aset mendekati US$ 11 miliar, meningkat 93,7% dari akhir 2024. Liabilitas tercatat US$ 6 miliar dan ekuitas US$ 5 miliar, naik masing-masing 120% dan 69,3%. Meski saham TPIA melemah 4,33% sepanjang tahun ke level Rp 7.175 dari titik tertinggi Rp 10.525, langkah Erwin menunjukkan optimisme terhadap kinerja jangka panjang perusahaan.
