IHSG Membuka Perdagangan Rabu dengan Penguatan ke Level 7.109


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu, 29 April 2026, dengan performa positif. Indeks naik sebesar 0,53 persen atau 37,17 poin ke posisi 7.109. Sebanyak 322 saham bergerak di zona hijau saat pembukaan pasar, sementara investor mencatatkan volume transaksi sebesar 2 miliar saham dengan nilai total mencapai Rp545,5 miliar.
Saham Berkapitalisasi Besar Mendorong Kenaikan Indeks
Emiten big caps mendominasi pergerakan pasar sejak menit pertama pembukaan perdagangan. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 0,86 persen ke level Rp4.690, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 0,68 persen ke harga Rp4.460. Investor juga memburu saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang tumbuh 0,98 persen, serta PT Astra International Tbk (ASII) yang melonjak 2,49 persen. Saham lainnya seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turut memberikan kontribusi positif bagi penguatan indeks.
Analis Memperingatkan Potensi Pelemahan Pasar
Tim riset Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG berpotensi mengalami tekanan kembali sepanjang perdagangan hari ini. Indikator teknikal seperti histogram MACD dan stochastic RSI menunjukkan sinyal koreksi yang membayangi pasar. Sentimen negatif dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah global memicu kekhawatiran investor. BRI Danareksa Sekuritas menambahkan bahwa ketidakjelasan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat mengenai Selat Hormuz semakin memperkeruh sentimen pasar, sehingga pelaku pasar cenderung mengambil langkah antisipatif dengan menjaga portofolio mereka.
Investor Menantikan Keputusan Suku Bunga The Fed
Pasar kini fokus memantau hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. Investor menunggu komentar Ketua The Fed serta rilis data ekonomi krusial, termasuk pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 dan indeks harga PCE. Di dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati laporan keuangan emiten serta agenda aksi korporasi seperti pembagian dividen dan right issue. Situasi ini mendorong investor untuk tetap waspada karena indeks berpotensi menguji kembali level psikologis 7.000 selama beberapa waktu ke depan.
