IHSG Membuka Perdagangan Menguat dan Mengerek Kapitalisasi Pasar ke Rp 15.920 Triliun

Investor Mendorong IHSG Naik Sejak Pembukaan Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan membuka perdagangan Senin pagi, 8 Desember 2025, dengan penguatan solid. IHSG naik 30,74 poin atau 0,36 persen dan langsung menempati level 8.663,50. Sejak menit awal perdagangan, pelaku pasar menunjukkan minat beli yang konsisten sehingga indeks bergerak stabil di zona hijau.
Kondisi tersebut tercermin dari dominasi saham yang menguat. Sebanyak 382 saham mencatatkan kenaikan harga, sementara 111 saham melemah dan 464 saham bergerak stagnan. Aktivitas transaksi berlangsung aktif dengan nilai mencapai Rp622,1 miliar. Perdagangan pagi ini melibatkan 1,59 miliar saham yang berpindah tangan dalam 95.370 kali transaksi.
Penguatan Indeks Mengangkat Kapitalisasi Pasar Bursa
Seiring kenaikan IHSG, nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia ikut meningkat signifikan. Kapitalisasi pasar tercatat menembus Rp15.920 triliun, mencerminkan penguatan valuasi saham-saham yang tercatat di bursa. Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang telah terbentuk sepanjang pekan sebelumnya.
Pada pekan lalu, IHSG menguat 1,46 persen dan ditutup di level 8.632,76. Bahkan, indeks domestik sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis, 4 Desember 2025. Momentum reli tersebut masih terasa pada awal pekan ini dan mendorong optimisme pelaku pasar.
Data Transaksi Pekanan Menunjukkan Dinamika Pasar
Meski indeks mencetak kinerja positif, data transaksi pekanan menunjukkan dinamika yang perlu dicermati. Rata-rata nilai transaksi harian pada pekan lalu turun 29,61 persen menjadi Rp21,34 triliun dibandingkan pekan sebelumnya. Volume transaksi harian juga terkoreksi 8,12 persen.
Namun demikian, frekuensi transaksi justru meningkat 2,13 persen menjadi sekitar 2,6 juta kali per hari. Peningkatan ini menandakan aktivitas perdagangan tetap ramai, meskipun nilai transaksi mengalami penurunan akibat selektivitas investor.
Sentimen Global Menguji Ketahanan Reli IHSG
Memasuki pekan ini, pasar keuangan menghadapi sejumlah sentimen global penting. Pelaku pasar menantikan keputusan suku bunga The Federal Reserve serta rilis data inflasi dari Cina. Kedua agenda tersebut berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.
Di tengah kondisi tersebut, IHSG mendekati area resistance berikutnya di kisaran 8.700 dan membuka peluang menuju level psikologis 9.000. Meski peluang kenaikan masih terbuka, investor tetap perlu mencermati potensi koreksi dengan area 8.500 sebagai level support penting.
