IHSG Menguat ke Level 8.700 dengan Nilai Transaksi Harian Rp 33,9 Triliun
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4771351/original/095342300_1710333128-20240313-IHSG-ANG_1.jpg)
Indeks Harga Saham Gabungan kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan saham Rabu, 10 Desember 2025. Sejak awal sesi, pelaku pasar mendorong IHSG bergerak di zona hijau hingga akhirnya menembus level psikologis 8.700 di tengah derasnya aktivitas transaksi.
Berdasarkan data RTI, IHSG menutup perdagangan dengan kenaikan 0,51 persen ke posisi 8.700,92. Sepanjang hari, nilai transaksi saham mencapai Rp 33,9 triliun, mencerminkan tingginya minat investor meskipun tekanan global masih membayangi pasar.
Investor Menggerakkan Saham Unggulan dan Indeks LQ45
Sejalan dengan penguatan IHSG, investor juga mengerek indeks LQ45 naik 1,05 persen ke level 856,95. Mayoritas indeks saham acuan bergerak menguat dan memberikan sentimen positif bagi pasar domestik.
Namun demikian, pergerakan saham berlangsung cukup selektif. Data perdagangan menunjukkan 431 saham melemah dan memberikan tekanan, sementara 258 saham menguat serta 113 saham bergerak stagnan. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.720,88 dan terendah 8.668,60 sebelum akhirnya bertahan di zona positif hingga penutupan.
Pasar Asia Melemah Menjelang Keputusan The Fed
Di sisi eksternal, pasar saham Asia justru bergerak melemah pada Rabu sore. Tim riset Philip Sekuritas Indonesia menilai investor global bersikap hati-hati menjelang pengumuman hasil rapat kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve.
Pelaku pasar memperkirakan The Fed masih membuka peluang pemangkasan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya sepanjang 2025. Namun, rilis data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan peningkatan jumlah lowongan pekerjaan yang berlawanan dengan ekspektasi pasar. Kondisi tersebut meredam harapan penurunan suku bunga lebih agresif pada tahun depan.
Saat ini, pasar hanya memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga dalam 12 bulan ke depan, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang mencapai tiga kali.
Data Domestik Menguatkan Sentimen Pasar Saham
Dari dalam negeri, data penjualan eceran memberikan dorongan positif bagi IHSG. Pada Oktober 2025, penjualan eceran tumbuh 4,3 persen secara tahunan, menjadi laju tertinggi sejak Juli dan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan 3,7 persen pada bulan sebelumnya.
Kinerja tersebut menandai kenaikan penjualan eceran selama enam bulan berturut-turut. Pemerintah dinilai berhasil menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan, sehingga menopang optimisme investor terhadap prospek ekonomi nasional hingga akhir tahun.
