IHSG Menguat 1,96 Persen ke 8.290 Dipimpin BRPT dan CUAN

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan mengakhiri perdagangan Rabu, 11 Februari 2026, dengan kenaikan 1,96 persen ke level 8.290,97. Penguatan ini ditopang lonjakan sejumlah saham berkapitalisasi besar dan menengah yang mendorong optimisme pelaku pasar.
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melesat 12,32 persen, sementara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melonjak 17,38 persen. Selain itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turut menguat 3,82 persen dan memperkuat pergerakan indeks di zona hijau.
Namun, tidak semua saham bergerak positif. PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) terkoreksi 8,58 persen, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang melemah 1,47 persen serta PT Astra International Tbk (ASII) yang turun 1,46 persen. Di tengah kenaikan IHSG, investor asing justru mencatatkan jual bersih Rp 366,64 miliar di pasar reguler dan Rp 526,64 miliar di seluruh pasar.
Secara sektoral, sepuluh dari sebelas sektor mencatat penguatan. Sektor energi memimpin kenaikan dengan lonjakan 5,95 persen, sedangkan sektor keuangan menjadi satu-satunya yang tertekan dengan penurunan 0,49 persen.
BEI Siapkan Transparansi Baru dan Pasar Sambut Sentimen Pertemuan dengan MSCI
Di tengah dinamika tersebut, pasar masih menyimpan peluang sentimen positif seiring pertemuan otoritas bursa dengan Morgan Stanley Capital International. Optimisme itu tercermin dari kenaikan ETF EIDO sebesar 1,92 persen dan indeks MSCI Indonesia yang menguat 1,32 persen pada perdagangan sebelumnya.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan rencana penerbitan shareholders concentration list atau daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi. BEI menargetkan kebijakan tersebut mulai berlaku pada akhir Februari atau awal Maret 2026.
BEI juga mengkaji pembukaan data investor dengan kepemilikan di atas 1 persen tanpa batas maksimal 5 persen, serta memperluas klasifikasi investor menjadi 28 subkategori. Otoritas bursa masih menyusun metodologi perhitungan konsentrasi kepemilikan sebelum menerapkan kebijakan tersebut.
BABY Rencanakan Akuisisi Emway Globalindo Senilai Rp 269,99 Miliar
Sementara itu, PT Multitrend Indo Tbk (BABY) mengumumkan rencana akuisisi distributor mainan Emway Globalindo (EGI) senilai Rp 269,99 miliar. Perseroan akan merealisasikan transaksi melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) I yang dikombinasikan dengan fasilitas pinjaman bank.
BABY berencana menerbitkan 238,60 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 590 per saham. Sebanyak 220,34 juta saham hasil HMETD akan digunakan untuk inbreng saham EGI senilai Rp 143 miliar atau setara 48 persen kepemilikan dari pemegang saham pengendali, Blooming Years Pte. Ltd.
Perseroan juga menyiapkan dana sekitar Rp 139,99 miliar untuk membeli 52 persen saham EGI secara tunai dari pihak yang sama dengan dukungan pinjaman Bank CIMB Niaga.
