IHSG Menguat Tipis Sepanjang Pekan di Tengah Tekanan Sentimen Global
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1040537/original/091207600_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta4.jpg)
IHSG Menutup Perdagangan Sepekan di Zona Hijau
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan terbatas sepanjang perdagangan 4 hingga 8 Mei 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks berhasil naik 0,18 persen dan menutup pekan di level 6.969,39.
Capaian tersebut menunjukkan perbaikan setelah pada pekan sebelumnya IHSG terkoreksi cukup dalam sebesar 2,42 persen. Selain penguatan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga meningkat 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun dari posisi sebelumnya Rp12.382 triliun.
Meski indeks bergerak di zona positif, tekanan jual masih mendominasi sebagian besar perdagangan. Pergerakan pasar yang terbatas mencerminkan sikap hati-hati investor dalam merespons berbagai sentimen domestik maupun global.
Analis Mengungkap Tiga Faktor yang Menggerakkan Pasar
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono, menjelaskan bahwa pergerakan IHSG selama sepekan dipengaruhi oleh tiga sentimen utama yang datang dari dalam dan luar negeri.
Faktor pertama berasal dari data makroekonomi Indonesia yang menunjukkan perbaikan. Namun, di saat yang sama, nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat sehingga membatasi ruang penguatan pasar saham.
Faktor kedua datang dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Selanjutnya, faktor ketiga berasal dari rencana pemerintah untuk menyesuaikan tarif royalti sektor mineral dan batu bara. Kebijakan tersebut memunculkan perhatian investor terhadap potensi dampaknya terhadap kinerja emiten di sektor pertambangan.
Aktivitas Transaksi Bursa Meningkat Selama Sepekan
Di tengah penguatan indeks yang terbatas, aktivitas perdagangan saham justru menunjukkan peningkatan. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 9 persen menjadi 2,55 juta kali transaksi dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 2,34 juta kali transaksi.
Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga melonjak 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun dari sebelumnya Rp18,27 triliun. Kenaikan signifikan juga terlihat pada rata-rata volume transaksi harian yang tumbuh 23,57 persen menjadi 45,86 miliar lembar saham.
Peningkatan aktivitas ini menunjukkan minat pelaku pasar tetap terjaga meskipun indeks bergerak dalam ruang yang terbatas.
Investor Asing Kembali Memborong Saham di Bursa Indonesia
Sentimen positif lainnya datang dari aktivitas investor asing. Sepanjang pekan perdagangan, investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp12,26 triliun.
Pergerakan ini berbalik arah dibandingkan pekan sebelumnya ketika investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp7,06 triliun.
Arus modal asing yang kembali masuk memberikan dukungan tambahan terhadap stabilitas pasar. Meski demikian, investor masih terus mencermati perkembangan geopolitik global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta arah kebijakan pemerintah yang berpotensi memengaruhi kinerja pasar dalam jangka pendek.
