IHSG Menguat Tipis dan Dorong Sejumlah Saham Melonjak Hingga ARA

IHSG Berbalik Naik pada Awal Perdagangan
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada satu jam pertama perdagangan Senin, 13 April 2026. Indeks menguat sebesar 19,81 poin atau 0,27% ke level 7.478,3 setelah sebelumnya sempat bergerak fluktuatif.
Sepanjang awal sesi, IHSG bergerak dalam rentang 7.351 hingga 7.478. Pergerakan ini menunjukkan adanya upaya rebound di tengah tekanan pasar yang masih terasa sejak pembukaan perdagangan.
Aktivitas Perdagangan Meningkat di Tengah Pergerakan Variatif
Seiring penguatan indeks, aktivitas transaksi di pasar saham terpantau cukup tinggi. Bursa Efek Indonesia mencatat sebanyak 13,62 miliar lembar saham diperdagangkan dalam satu jam pertama.
Nilai transaksi mencapai Rp 5,39 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 822.313 kali. Angka tersebut mencerminkan tingginya minat investor meskipun pergerakan saham masih cenderung beragam.
Saham-Saham Menguat dan Melemah Bergerak Berimbang
Pergerakan saham pada sesi ini menunjukkan komposisi yang relatif seimbang. Sebanyak 286 saham mencatatkan kenaikan, sementara 317 saham mengalami penurunan, dan 201 saham bergerak stagnan.
Di sisi lain, saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 justru mengalami pelemahan tipis sebesar 0,17%. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG tidak sepenuhnya didukung oleh saham berkapitalisasi besar.
Saham WBSA dan Lainnya Melonjak hingga Menyentuh Batas ARA
Di tengah pergerakan indeks yang mulai pulih, sejumlah saham justru mencetak lonjakan signifikan hingga mencapai batas auto rejection atas (ARA). Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA).
Kenaikan tajam saham-saham tersebut menempatkannya di jajaran top gainers pada perdagangan hari itu. Fenomena ini menunjukkan bahwa peluang keuntungan tetap terbuka di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Bursa Asia Melemah dan Menekan Sentimen Global
Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia justru bergerak melemah pada waktu yang sama. Indeks Nikkei Jepang turun sekitar 1%, Straits Times Singapura melemah 0,36%, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,11%, dan indeks Shanghai China turun 0,21%.
Tekanan di pasar regional ini turut memengaruhi sentimen investor, meskipun IHSG mampu menunjukkan ketahanan dengan mencatatkan penguatan terbatas.
