IHSG Menguat ke Level 8.645 dan Saham BUMI hingga DEWA Masuk Zona Hijau

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan awal pekan dengan penguatan solid pada Senin (22/12/2025). IHSG naik 0,42% dan berakhir di level 8.645,84, seiring menguatnya sejumlah saham berkapitalisasi besar dan saham sektor tambang yang kembali diminati investor.
Sejak pembukaan hingga penutupan pasar, IHSG bergerak di kisaran 8.609 hingga 8.648. Penguatan indeks terjadi di tengah dominasi tekanan jual, namun minat beli pada saham-saham tertentu berhasil mendorong indeks tetap berada di zona hijau.
Saham BUMI Memimpin Transaksi dan Mencatat Kenaikan Tertinggi
PT Bumi Resources Tbk menjadi saham paling aktif diperdagangkan sepanjang sesi perdagangan. Nilai transaksi saham BUMI mencapai Rp4,6 triliun dan mendorong harga sahamnya melonjak 14,53% ke level Rp394 per saham. Lonjakan ini sekaligus menempatkan BUMI sebagai salah satu motor utama penguatan IHSG hari ini.
Selain BUMI, saham PT Aneka Tambang Tbk juga menarik perhatian pasar setelah menguat 3,91% ke level Rp3.190. Saham PT Darma Henwa Tbk turut mencatatkan penguatan signifikan dengan kenaikan 5,50% ke posisi Rp575 per saham.
Saham Perbankan dan Telekomunikasi Ikut Menopang Indeks
Penguatan IHSG juga mendapat dukungan dari saham-saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk menguat 1,55% dan ditutup di level Rp8.175. Saham PT Telkom Indonesia Tbk turut naik 1,76% ke posisi Rp3.470, sementara saham PT Bumi Resources Minerals Tbk menguat 3,10% ke level Rp1.165.
Secara keseluruhan, pasar mencatat 251 saham menguat, 433 saham melemah, dan 120 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia meningkat menjadi Rp15.836 triliun pada akhir perdagangan.
Sentimen Global dan Aliran Modal Asing Dorong Optimisme Pasar
Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG didorong oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Dari eksternal, bursa Asia mengikuti reli Wall Street seiring ekspektasi pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun depan. Ekspektasi ini menguat setelah inflasi Amerika Serikat November tercatat 2,7% secara tahunan, lebih rendah dari proyeksi pasar.
Sentimen positif juga datang dari China setelah bank sentral setempat mempertahankan suku bunga pinjaman utama satu tahun dan lima tahun masing-masing di level 3,0% dan 3,5%. Dari dalam negeri, Bank Indonesia mencatat aliran modal asing masuk sebesar Rp240 miliar sepanjang pekan ketiga Desember 2025, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.
