IHSG Menguat Tajam pada Akhir 2025 dan Memperpanjang Reli Pasar Saham

IHSG Menanjak Lebih dari 21 Persen Sepanjang Tahun Berjalan
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan terus melanjutkan penguatan hingga akhir 2025 dan mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun berjalan. Data Bursa Efek Indonesia per 11 Desember 2025 menunjukkan IHSG melonjak 21,76 persen secara year to date dan bertengger di level 8.620,48. Kenaikan ini menandai fase reli yang konsisten, sekaligus membuka ruang penguatan lanjutan menjelang penutupan tahun.
Penurunan Suku Bunga Global Mendorong Minat Risiko Investor
Associate Director Pilarmas Investindo Maximilianus Nicodemus menilai pelonggaran kebijakan moneter global menjadi pendorong utama reli pasar saham. Ia menjelaskan bahwa pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,50–3,75 persen, diikuti penurunan BI Rate, meningkatkan sentimen risk-on di pasar keuangan. Kondisi ini mendorong investor mengalihkan dana ke aset berisiko seperti saham, termasuk di pasar negara berkembang seperti Indonesia.
Investor Tetap Mewaspadai Aksi Ambil Untung Jelang Akhir Tahun
Meski sentimen positif menguat, Nicodemus mengingatkan potensi aksi profit taking yang dapat membayangi pergerakan IHSG. Ia menilai valuasi pasar mulai menjadi perhatian, sehingga kelanjutan reli sangat bergantung pada ekspektasi investor terhadap prospek emiten dan arah sentimen ke depan. Selama ekspektasi tetap tinggi, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka meski harga saham sudah relatif mahal.
Kinerja Saham Lapis Kedua Mengungguli Emiten Big Caps
Di tengah reli IHSG, pasar mencatat ketimpangan kinerja antarindeks. Indeks LQ45 hanya tumbuh 2,47 persen sepanjang 2025, jauh tertinggal dari IHSG. Kondisi ini menunjukkan penguatan lebih banyak ditopang saham berkapitalisasi menengah dan kecil. Nicodemus melihat segmen small dan mid caps masih menawarkan peluang lebih besar karena valuasi yang lebih rendah dan volatilitas yang tinggi, meskipun saham big caps tetap berpotensi menguat secara terbatas.
Analis Melihat Santa Claus Rally Masih Menjaga Momentum
Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan menilai peluang Santa Claus Rally masih terbuka meski IHSG sudah naik hampir 23 persen sepanjang tahun. Ia menekankan bahwa reli akhir tahun biasanya dipicu likuiditas, arus dana asing, dan window dressing. Selama volatilitas global mereda pascapemangkasan suku bunga The Fed dan rupiah tetap stabil, IHSG berpeluang mempertahankan momentum hingga pergantian tahun.
Stabilitas Rupiah Menjadi Kunci Aliran Dana Asing
Ekky menambahkan bahwa stabilitas nilai tukar dan prospek penurunan suku bunga BI pada semester pertama 2026 akan menjadi faktor penting bagi arus masuk dana asing. Ia menilai sentimen negatif seperti bencana di Sumatra bersifat jangka pendek dan tidak berdampak sistemik, sehingga pasar saham Indonesia masih memiliki ruang penguatan dalam waktu dekat.
