IHSG Terperosok di Bawah Level 7.100 Akibat Penantian Hasil Rapat FOMC

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi meninggalkan level psikologis 7.100 pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Indeks terperosok ke posisi 7.058,85 di tengah sikap hati-hati para investor terhadap situasi pasar global. Pelaku pasar memilih menahan diri sambil menunggu hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada Rabu (29/4/2026) waktu Amerika Serikat.
Pasar Menanti Keputusan Moneter Terakhir Jerome Powell
Pertemuan FOMC ini menarik perhatian besar para pelaku pasar karena menjadi rapat terakhir bagi Jerome Powell dalam masa jabatannya sebagai Ketua The Fed. Para analis memprediksi bank sentral Amerika Serikat akan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen. Keputusan ini muncul setelah data inflasi Amerika Serikat kembali naik ke level 3,3 persen pada Maret, sehingga memicu sensitivitas pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat ke depan.
Analis Memprediksi Tekanan Koreksi Lanjutan
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG menghadapi risiko koreksi yang cukup signifikan hari ini. Kegagalan indeks bertahan di atas level psikologis 7.250 pada perdagangan sebelumnya memperburuk sentimen negatif. Derasnya aksi jual bersih investor asing turut menekan pasar modal, terutama setelah mereka mencatatkan penjualan jumbo senilai Rp2,01 triliun pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI. BNI Sekuritas memproyeksikan rentang support IHSG berada di level 6.900 hingga 7.000, sementara resistance berada pada area 7.200 hingga 7.250.
Eskalasi Geopolitik Menciptakan Ketidakpastian Pasar Global
Selain faktor moneter, eskalasi geopolitik di Selat Hormuz juga menciptakan suasana waspada di kalangan investor. Meskipun indeks Wall Street seperti S&P 500 dan Nasdaq sempat mencapai rekor tertinggi, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran membatasi potensi penguatan pasar. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih jalur komunikasi langsung setelah membatalkan pengiriman utusan khusus untuk gencatan senjata. Kondisi ini memperkeruh ketidakpastian pasar global dan memaksa investor bersikap defensif sepanjang sesi perdagangan hari ini.
