IHSG Turun 6,61 Persen dalam Sepekan dan Menghapus Kapitalisasi Pasar Rp899 Triliun

IHSG Melemah Tajam Sepanjang Pekan dan Ditutup di Level 7.129
Kinerja pasar saham Indonesia mengalami tekanan signifikan sepanjang pekan perdagangan yang berakhir pada Jumat, 24 April 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 6,61 persen secara mingguan dan ditutup di posisi 7.129,49.
Penurunan tersebut setara dengan pelemahan 504,51 poin dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 7.634. Selama periode ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.692,14 dan terendah di 7.115,97, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi di pasar.
Kapitalisasi Pasar Menyusut dan Menghapus Nilai Rp899 Triliun
Seiring dengan penurunan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga mengalami penyusutan besar. Nilai kapitalisasi pasar turun dari Rp13.635 triliun menjadi Rp12.736 triliun dalam sepekan, atau berkurang sekitar Rp899 triliun.
Jika dihitung dalam dolar Amerika Serikat, kapitalisasi pasar juga turun dari US$793 miliar menjadi US$737 miliar. Penurunan ini mencerminkan tekanan luas pada harga saham di berbagai sektor.
Aktivitas Perdagangan Meningkat Meski Nilai Transaksi Menurun
Di tengah pelemahan pasar, aktivitas perdagangan justru menunjukkan dinamika yang berbeda. Rata-rata volume transaksi harian meningkat 4,44 persen menjadi 44,883 miliar saham dari sebelumnya 42,976 miliar saham.
Frekuensi transaksi harian juga mengalami kenaikan tipis sebesar 1,09 persen menjadi 2,749 juta kali transaksi. Namun, peningkatan tersebut tidak diikuti oleh nilai transaksi, yang justru turun 3,67 persen menjadi Rp19.613 miliar dari Rp20.360 miliar pada pekan sebelumnya.
Dalam denominasi dolar AS, rata-rata nilai transaksi harian juga melemah 4,11 persen menjadi US$1,139 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun aktivitas perdagangan meningkat, tekanan harga tetap mendominasi pasar.
BEI Mencatat Pertumbuhan Jumlah Investor di Tengah Tekanan Pasar
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia tetap mencatat peningkatan jumlah investor pasar modal. Hingga 24 April 2026, jumlah investor mencapai 26.121.311 single investor identification (SID), meningkat 28,37 persen secara tahunan.
Penambahan investor baru sepanjang tahun berjalan mencapai 5.773.486 SID, dengan rata-rata pertambahan sekitar 50.645 investor per hari. Angka ini mencerminkan minat masyarakat yang tetap tinggi terhadap investasi di pasar modal meskipun kondisi pasar sedang bergejolak.
Investor Saham Terus Bertambah dan Menunjukkan Minat yang Konsisten
Jumlah investor saham juga mengalami pertumbuhan dengan total mencapai 9.523.625 SID atau meningkat 10,69 persen secara year-to-date. Sepanjang periode tersebut, jumlah investor saham baru bertambah 919.448 SID dengan rata-rata penambahan 8.065 investor per hari.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat terhadap investasi saham tetap terjaga di tengah tekanan pasar. Dengan demikian, meskipun IHSG mengalami koreksi tajam, partisipasi investor justru terus meningkat dan memperkuat basis pasar modal domestik.
