Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham ADRO dan BUMI Tetap Menguat di Tengah Tekanan Pasar

JAKARTA — Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan Kamis, 30 April 2026, di zona merah setelah tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar. Meski indeks terkoreksi cukup dalam, sejumlah saham berbasis komoditas justru berhasil mencatat penguatan hingga akhir sesi perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan dari IDX Mobile, indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia tersebut turun 1,90 persen ke level 460,95. Sepanjang perdagangan, indeks mencatat volume transaksi mencapai 6,98 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,60 triliun. Sementara itu, kapitalisasi pasar Indeks Bisnis-27 tercatat berada di level Rp3.449 triliun.
Saham Komoditas dan Konsumer Menopang Penguatan Sejumlah Konstituen
Di tengah pelemahan indeks, lima saham konstituen berhasil ditutup di zona hijau. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) memimpin penguatan setelah naik 3,28 persen ke level Rp2.520.
Selanjutnya, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 4,35 persen ke posisi Rp240. Selain itu, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menguat 0,37 persen ke level Rp6.850.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang naik 0,78 persen ke Rp9.750. Tidak ketinggalan, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) turut bergerak positif dengan kenaikan 1,64 persen hingga ditutup di level Rp2.480.
Kenaikan saham-saham tersebut menunjukkan bahwa minat investor terhadap sektor komoditas dan konsumsi masih cukup kuat di tengah tekanan pasar yang lebih luas.
Saham Blue Chip Menekan Pergerakan Indeks Hingga Penutupan
Di sisi lain, sebanyak 22 saham konstituen justru bergerak melemah dan menekan laju indeks. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) turun 0,54 persen ke Rp1.850.
Kemudian saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melemah 3,61 persen ke level Rp3.740. Saham PT Astra International Tbk. (ASII) juga terkoreksi 1,24 persen ke posisi Rp5.975.
Tekanan berlanjut pada saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang turun 2,09 persen ke level Rp5.850. Selain itu, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) terkoreksi 5,90 persen ke Rp1.835.
Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) ikut melemah 5,14 persen ke level Rp1.755. Selanjutnya, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) turun 1,46 persen ke Rp6.750, sementara saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) merosot 5,81 persen ke level Rp1.215.
Rebalancing Indeks Bisnis-27 Memasukkan Delapan Emiten Baru
Seiring pelemahan pasar, Indeks Bisnis-27 juga bersiap menjalani proses rebalancing untuk periode 4 Mei 2026 hingga 30 Oktober 2026. Dalam penyesuaian terbaru, delapan emiten baru resmi masuk ke dalam komposisi indeks.
Emiten tersebut meliputi PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS).
Dengan pelemahan pada perdagangan kali ini, Indeks Bisnis-27 telah terkoreksi 7,49 persen dalam sepekan terakhir dan melemah 16,68 persen secara year to date sepanjang 2026.
