Skip to content
HargaSaham
Menu
  • Blog
  • Keuangan
  • Tentang Kami
  • Tips & Saran
  • Kebijakan Privasi
Menu

Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham JPFA, AMRT, dan DSNG Turun ke Zona Merah

Posted on 29/04/2026

Indeks Bisnis-27 Menutup Perdagangan di Zona Merah

Investor mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu(11/2/2026)./JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Indeks Bisnis-27 mengakhiri sesi perdagangan Selasa, 28 April 2026, dengan catatan negatif. Indeks melemah sebesar 0,38 persen menuju level 469,16. Sepanjang hari, indeks bergerak dalam rentang 465,84 hingga 473,60 di tengah tekanan jual yang melanda mayoritas konstituennya. Dari total 27 saham yang terdaftar dalam indeks ini, sebanyak 19 emiten berakhir di wilayah negatif, sementara delapan saham lainnya berhasil mempertahankan posisi di zona hijau.

Saham JPFA dan AMRT Menarik Indeks ke Wilayah Negatif

Tekanan jual menghantam sejumlah konstituen utama indeks sepanjang sesi perdagangan berlangsung. Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatat penurunan terdalam sebesar 7,11 persen ke level Rp2.350 per saham. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyusul dengan pelemahan 5,69 persen ke posisi Rp1.325. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) turut memperburuk kondisi indeks dengan koreksi 4,84 persen ke level Rp1.170. Sentimen negatif juga menyeret harga saham lainnya, termasuk PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) yang mengalami tekanan harga signifikan.

IHSG Mengikuti Tren Pelemahan dengan Kapitalisasi Pasar Terkoreksi

Pergerakan negatif Indeks Bisnis-27 selaras dengan tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG melemah 0,48 persen ke posisi 7.072,39 pada penutupan perdagangan Selasa. Para pelaku pasar mencatatkan volume transaksi sebesar 31,7 miliar saham dengan nilai total mencapai Rp17,3 triliun. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan sebanyak 350 saham berakhir di zona merah, sementara 339 saham mampu mempertahankan penguatan dan 129 saham lainnya stagnan. Kondisi pasar yang tertekan ini menyeret total kapitalisasi pasar IHSG ke level Rp12.617 triliun.

Emiten Perbankan dan Energi Menunjukkan Perlawanan di Pasar

Meskipun mayoritas saham bergerak negatif, beberapa emiten tetap mencatatkan kinerja positif dan menahan laju penurunan indeks. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berhasil naik 1,88 persen ke level Rp3.790 per saham. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turut memberi sentimen positif melalui kenaikan 1,79 persen ke level Rp228. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melengkapi daftar emiten yang mencatat kenaikan dengan penguatan 1,49 persen ke level Rp1.025 per saham di tengah volatilitas pasar yang tinggi.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025

Recent Posts

  • IHSG Dibuka Menguat 0,53% ke 7.109 Ditopang Laju BREN, BMRI & DSSA Cs
  • OPINI: Menakar Ketahanan IHSG Pascareformasi Pasar Modal
  • Daftar 8 Penghuni Baru Indeks Bisnis-27: Mana yang Paling Tahan Banting?
  • Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham JPFA, AMRT, dan DSNG Turun ke Zona Merah
  • IHSG Ditutup Turun 0,48% ke 7.072, Saham AMMN, DSSA dan TPIA Kompak Merah

Recent Comments

    Situs Terkait

    • Situs Berita - Beritakecelakaan : beritakecelakaan.id
    • Situs Berita - Hargasaham : hargasaham.id
    • Situs Berita - Beritapenipuan : beritapenipuan.id
    • Situs Berita - Hargasemen : hargasemen.com
    • Situs Berita - Esports : unequalledmedia.com
    • Situs Berita - Belikaca : belikaca.id
    • Situs Berita - Indonesiafashion : indonesiafashion.com
    ©2026 HargaSaham | Design: Newspaperly WordPress Theme