Indeks Bisnis-27 Menguat Usai Rebalancing, Saham CPIN, BRMS, dan DEWA Langsung Melonjak

Konstituen Baru Mendorong Indeks Bisnis-27 Bergerak di Zona Hijau
JAKARTA — Indeks Bisnis-27 membuka perdagangan di zona positif pada Senin, 4 Mei 2026, setelah Bursa memasuki periode rebalancing terbaru. Sejak awal sesi, sejumlah saham anggota baru langsung mencatatkan penguatan dan mendorong pergerakan indeks ke area hijau.
Berdasarkan data perdagangan pada pukul 09.05 WIB, Indeks Bisnis-27 naik 1,13 persen ke level 463,54. Penguatan tersebut mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap susunan baru emiten yang masuk dalam perhitungan indeks untuk periode Mei hingga Oktober 2026.
Pergerakan pasar juga menunjukkan dominasi sentimen positif. Sebanyak 18 saham konstituen menguat, tujuh saham melemah, dan dua saham bergerak stagnan.
Saham CPIN, BRMS, dan DEWA Memimpin Kenaikan Awal Perdagangan
Saham-saham konstituen baru langsung menarik perhatian investor pada pembukaan perdagangan. Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) memimpin penguatan setelah naik 3,24 persen ke level Rp4.140.
Selanjutnya, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) ikut menguat 3,11 persen ke level Rp830. Sementara itu, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) juga bergerak positif dengan kenaikan 2,88 persen ke level Rp1.250.
Di sektor perbankan, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 1,88 persen ke posisi Rp3.790. Pada saat yang sama, saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) ikut menguat 1,81 persen ke level Rp505.
Penguatan sejumlah saham unggulan ini menunjukkan respons positif investor terhadap perubahan komposisi indeks yang mulai berlaku hari ini.
Beberapa Saham Masih Menahan Laju Penguatan Indeks
Meski mayoritas saham bergerak naik, beberapa emiten masih mencatatkan tekanan jual. Saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) melemah 1,58 persen ke level Rp1.555.
Kemudian, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) turun 1,55 persen ke level Rp28.600. Tekanan serupa juga terjadi pada saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) yang turun 1,55 persen ke posisi Rp1.910.
Selain itu, saham PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), yang juga menjadi anggota baru indeks, terkoreksi 0,95 persen ke level Rp2.080.
Bursa Memasukkan Delapan Emiten Baru ke Indeks Bisnis-27
Indeks Bisnis-27 resmi menjalankan rebalancing terbaru mulai 4 Mei 2026 hingga 30 Oktober 2026. Dalam periode ini, delapan emiten baru masuk menggantikan delapan saham sebelumnya.
Emiten yang masuk dalam komposisi baru terdiri dari PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS).
Perubahan komposisi ini menjadi salah satu katalis utama yang menggerakkan transaksi pada awal pekan.
Sentimen Global dan Data Ekonomi Domestik Tetap Membayangi Pasar
Di tengah penguatan indeks, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen eksternal dan domestik. Tim riset Phintraco Sekuritas menilai investor global akan fokus pada perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran, serta data tenaga kerja Amerika Serikat dan indikator sektor jasa.
Sementara dari dalam negeri, pasar menunggu sejumlah data penting seperti PMI manufaktur, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026, cadangan devisa, indeks harga properti, hingga penjualan mobil.
Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada realisasi APBN hingga Maret 2026 yang mencatat defisit Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap produk domestik bruto. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga berpotensi memengaruhi persepsi pasar terhadap stabilitas fiskal nasional.
