BEI Perbarui Indeks Bisnis-27 dan Masukkan Saham AKRA, BRMS, hingga ICBP

BEI Menetapkan Komposisi Baru Indeks Bisnis-27 Periode Mei hingga Oktober 2026
Bursa Efek Indonesia mengumumkan perubahan konstituen Indeks Bisnis-27 yang akan berlaku mulai 4 Mei 2026 hingga 30 Oktober 2026. Dalam pembaruan tersebut, sejumlah saham baru masuk ke dalam indeks, sementara beberapa emiten lainnya harus keluar dari daftar.
Saham yang resmi bergabung meliputi PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS), dan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG).
Sebaliknya, BEI mengeluarkan sejumlah saham dari indeks, antara lain PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG), PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO).
Emiten Baru Mencatat Pertumbuhan Kinerja dan Menguatkan Fundamental Indeks
Seiring perubahan komposisi tersebut, sejumlah emiten yang masuk indeks menunjukkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. PT AKR Corporindo Tbk. mencatat pertumbuhan pendapatan menjadi Rp46,02 triliun atau naik 18,82 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kinerja segmen perdagangan dan distribusi serta lonjakan kontribusi kawasan industri.
Selain itu, laba bersih AKRA juga meningkat 11,12 persen menjadi Rp2,47 triliun. Kontribusi terbesar masih berasal dari segmen perdagangan bahan bakar dan kimia dasar, sementara kawasan industri JIIPE mencatat pertumbuhan signifikan lebih dari dua kali lipat.
BRMS dan ICBP Mendorong Kenaikan Laba dengan Pertumbuhan Signifikan
Di sisi lain, PT Bumi Resources Minerals Tbk. mencatat lonjakan laba bersih sebesar 99 persen sepanjang 2025 menjadi US$50,08 juta. Kinerja ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang meningkat 54 persen menjadi US$249,35 juta, sekaligus mendorong laba usaha naik lebih dari dua kali lipat.
Sementara itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. juga mencatatkan kinerja positif dengan laba bersih mencapai Rp9,22 triliun atau tumbuh 30,30 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan penjualan mi instan yang tetap menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan.
Emiten Lain Menunjukkan Variasi Kinerja di Tengah Dinamika Pasar
Selanjutnya, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. membukukan laba bersih sebesar Rp5,64 triliun atau naik 52 persen, didukung oleh kinerja segmen ayam pedaging. PT Darma Henwa Tbk. juga mencatat lonjakan laba signifikan menjadi Rp4,31 triliun setelah sebelumnya berada di level yang jauh lebih rendah.
Di sisi berbeda, PT Merdeka Battery Materials Tbk. mencatat kenaikan laba bersih 29,77 persen meskipun pendapatan mengalami penurunan. Kinerja ini tetap didukung oleh peningkatan produksi nikel dan kontribusi dari sektor hilir.
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. mencatat penurunan laba bersih sebesar 37 persen menjadi US$215 juta, meskipun pendapatan masih tumbuh 4,9 persen sepanjang 2025. Hal ini mencerminkan tekanan margin di tengah kondisi pasar energi yang fluktuatif.
Perubahan Indeks Mencerminkan Seleksi Emiten Berdasarkan Kinerja dan Likuiditas
Dengan pembaruan ini, BEI kembali menegaskan bahwa pemilihan konstituen Indeks Bisnis-27 mempertimbangkan faktor likuiditas, kapitalisasi pasar, serta kinerja fundamental emiten. Oleh karena itu, perubahan komposisi indeks mencerminkan dinamika pasar sekaligus kualitas perusahaan yang terpilih.
Ke depan, komposisi baru ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih relevan terhadap pergerakan saham-saham unggulan di pasar serta menjadi acuan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.
