Indofarma Menargetkan Lonjakan Pendapatan 112 Persen pada 2026

Indofarma Mempercepat Perbaikan Keuangan Setelah Fase Tekanan
JAKARTA — PT Indofarma Tbk (INAF) terus mempercepat pemulihan kinerja setelah melewati periode penuh tekanan. Emiten farmasi pelat merah ini memasang target agresif dengan membidik pertumbuhan pendapatan hingga 112 persen pada 2026, seiring penguatan struktur keuangan dan efisiensi operasional yang mulai menunjukkan hasil.
Direktur Utama Indofarma Sahat Sihombing menyampaikan bahwa perbaikan kinerja keuangan mulai terlihat hingga kuartal III-2025. Perseroan berhasil menekan rasio beban usaha terhadap penjualan dan memperkecil rugi usaha melalui pengendalian biaya yang lebih disiplin. Langkah ini menjadi fondasi utama bagi target pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun depan.
Manajemen Indofarma Menekan Biaya dan Merombak Struktur Operasi
Indofarma menjalankan efisiensi secara menyeluruh, mencakup biaya produksi, administrasi, hingga belanja modal. Selain itu, perseroan mengimplementasikan transformasi sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat proses produksi. Upaya tersebut berdampak langsung pada perbaikan struktur biaya operasional dan harga pokok penjualan.
Seiring dengan itu, manajemen juga menyiapkan penataan ulang lini manufaktur serta perampingan organisasi. Strategi ini diarahkan untuk menciptakan struktur biaya yang lebih sehat dan berkelanjutan. Manajemen optimistis kombinasi efisiensi dan restrukturisasi akan memberikan dampak lebih signifikan terhadap kinerja keuangan pada 2026.
Indofarma Menunggu Kepastian Suntikan Dana untuk Modal Kerja
Dari sisi permodalan, Indofarma masih menunggu hasil kajian terkait potensi suntikan dana dari Badan Pengelola BUMN Danantara Indonesia. Hingga kini, proses administratif masih berjalan dan belum menghasilkan keputusan final terkait besaran maupun waktu realisasi pendanaan.
Manajemen menegaskan bahwa apabila suntikan dana tersebut terealisasi, perseroan akan mengalokasikannya untuk memperkuat modal kerja dan operasional. Indofarma memastikan dana tersebut tidak akan digunakan untuk pembayaran utang, melainkan untuk mendorong keberlanjutan bisnis dan ekspansi yang lebih sehat.
Indofarma Menyusun Strategi 2026 Berbasis Restrukturisasi
Memasuki 2026, Indofarma akan memusatkan strategi pada restrukturisasi kinerja sesuai amanat Perjanjian Homologasi. Perseroan menjalankan langkah ini dengan dukungan Danantara Indonesia serta PT Bio Farma (Persero) sebagai induk holding BUMN farmasi.
Manajemen menyiapkan seluruh kebutuhan pendanaan dan kajian internal berdasarkan data terbaik yang dimiliki. Dengan kombinasi efisiensi biaya, restrukturisasi operasional, serta dukungan pemangku kepentingan, Indofarma menargetkan pemulihan kinerja yang lebih kuat dan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada tahun depan.
