Indosat Perkuat Bisnis Dark Fiber Lewat Tiga Perjanjian Strategis
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5014601/original/076569000_1732100199-IOH.jpg)
Indosat Menandatangani Tiga Perjanjian untuk Kembangkan Infrastruktur Dark Fiber
PT Indosat Tbk (ISAT) mengambil langkah strategis dengan menandatangani tiga perjanjian penting guna memperkuat bisnis infrastruktur dark fiber di Indonesia. Perusahaan menjalankan aksi ini bersama anak usahanya, PT Aplikanusa Lintasarta, serta investor PT Ainfrastruktur Indonesia Raya.
Manajemen Indosat menandatangani kesepakatan tersebut pada 6 Mei 2026. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, perusahaan menyebutkan bahwa dokumen yang disepakati mencakup amandemen perjanjian investasi, perjanjian jual beli saham bersyarat, serta perjanjian pemegang saham. Melalui kesepakatan ini, Indosat membangun fondasi baru untuk mengelola aset jaringan fiber optik secara lebih terstruktur.
Selain itu, kerja sama ini juga mengatur kerangka investasi yang berfokus pada pengembangan dan optimalisasi jaringan dark fiber yang telah dimiliki oleh Indosat dan Lintasarta di Indonesia.
Investor Mengambil Alih Perusahaan Target Melalui Entitas Baru
Dalam skema transaksi yang disepakati, investor akan mengambil alih perusahaan target secara tidak langsung melalui pembentukan entitas baru. Nantinya, entitas ini akan menjadi pemegang saham mayoritas dan mengendalikan perusahaan target tersebut.
Selanjutnya, Indosat dan mitra akan mengalihkan aset jaringan ke perusahaan target melalui kombinasi mekanisme. Perusahaan menggunakan skema penyetoran modal non-tunai, pembiayaan utang, serta transaksi tunai untuk menyelesaikan proses tersebut.
Setelah seluruh tahapan rampung, para pihak akan menjadi pemegang saham langsung di entitas baru tersebut. Mereka juga menetapkan mekanisme operasional dan tata kelola perusahaan melalui perjanjian pemegang saham yang telah disepakati sebelumnya.
Indosat Mencatat Kinerja Keuangan Positif pada Kuartal I 2026
Di sisi lain, Indosat juga menunjukkan performa keuangan yang solid pada kuartal pertama 2026. Perusahaan berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 12,1 persen menjadi Rp15,22 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan dari layanan seluler masih mendominasi dengan kontribusi terbesar. Selain itu, segmen MIDI dan telekomunikasi tetap juga mencatat pertumbuhan yang signifikan. Peningkatan ini mencerminkan strategi bisnis yang semakin kuat di tengah persaingan industri telekomunikasi.
Namun demikian, perusahaan juga mencatat kenaikan beban sebesar 13,1 persen menjadi Rp12,20 triliun. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan biaya penyelenggaraan jasa, penyusutan, amortisasi, serta beban karyawan, meskipun perusahaan berhasil menekan biaya pemasaran dan administrasi.
Indosat Meningkatkan Laba dan Memperkuat Struktur Aset
Seiring pertumbuhan pendapatan, Indosat juga berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 13,7 persen menjadi Rp1,49 triliun. Kenaikan laba ini didorong oleh efisiensi operasional serta peningkatan pendapatan dari berbagai lini bisnis.
Tidak hanya itu, perusahaan juga memperkuat struktur keuangan dengan meningkatkan total aset menjadi Rp122,10 triliun. Ekuitas perusahaan turut naik menjadi Rp41,03 triliun, sementara liabilitas tercatat sebesar Rp81,06 triliun.
Kinerja ini menunjukkan bahwa Indosat tidak hanya fokus pada ekspansi bisnis melalui kerja sama strategis, tetapi juga menjaga pertumbuhan keuangan yang berkelanjutan.
