Investor Asing Borong Saham DEWA dan BUMI di Sesi Pertama

Investor Asing Catat Net Buy Rp276,9 Miliar pada DEWA
Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing membeli saham PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp276,9 miliar sepanjang sesi pertama perdagangan, Selasa (9/12/2025). Transaksi ini mendorong penguatan saham DEWA sebesar 10,26 persen, sedangkan Bumi Resources (BUMI) naik 7,94 persen dengan net buy Rp214,8 miliar.
Investor Asing Beli Saham Grup Bakrie dan Emiten Lainnya
Selain DEWA dan BUMI, investor asing memburu saham Bank Mandiri (BMRI) senilai Rp101,8 miliar, United Tractors (UNTR) Rp39,2 miliar, Solusi Sinergi Digital (WIFI) Rp30,6 miliar, Telkom Indonesia (TLKM) Rp26,8 miliar, BNI (BBNI) Rp19,5 miliar, Impack Pratama Industri (IMPC) Rp18,3 miliar, Astra International (ASII) Rp17,8 miliar, dan XL Axiata (EXCL) Rp16,5 miliar. Aktivitas ini menegaskan minat investor asing terhadap saham-saham blue chip dan emiten pertambangan.
Investor Asing Lepas Saham BBCA dan Beberapa Emiten Lain
Di sisi lain, Bank Central Asia (BBCA) menghadapi tekanan asing dengan net sell Rp213,7 miliar, seiring koreksi harga saham sebesar 2 persen. Emiten lain yang dilepas asing antara lain Rukun Raharja (RAJA) Rp93,7 miliar, Raharja Energi Cepu (RATU) Rp54,1 miliar, Alamtri Resources Indonesia (ADRO) Rp43,9 miliar, Timah (TINS) Rp42,2 miliar, BRI (BBRI) Rp37,5 miliar, Archi Indonesia (ARCI) Rp37,3 miliar, Bumi Resources Minerals (BRMS) Rp35,5 miliar, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp35,2 miliar, dan Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) Rp33,4 miliar.
IHSG Berbalik Turun Meski Transaksi Saham Masih Tinggi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah setelah dibuka naik 0,37 persen dan menutup sesi pertama turun 0,44 persen ke level 8.671,97. Sebanyak 429 saham melemah, 251 naik, dan 277 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp14,37 triliun dari 31,71 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,88 juta kali transaksi, sementara kapitalisasi pasar terkoreksi menjadi Rp15.941 triliun. Aktivitas asing ini mencerminkan strategi selektif investor terhadap saham unggulan dan sektor pertambangan.
