Investor Asing Borong Saham Unggulan Saat IHSG Cetak Rekor Tertinggi

Pelaku Pasar Mendorong IHSG Menembus Level 8.700 di Awal Pekan
Pasar saham Indonesia mengawali pekan dengan sentimen positif ketika investor mendorong Indeks Harga Saham Gabungan mencetak rekor tertinggi baru. Pada perdagangan Senin, 8 Desember 2025, IHSG ditutup menguat 77,93 poin atau 0,9 persen ke level 8.710,69. Kenaikan ini membawa indeks menembus level psikologis 8.700 dan menegaskan kuatnya minat beli di tengah kondisi pasar global yang dinamis.
Aktivitas perdagangan berlangsung ramai sepanjang sesi. Bursa mencatat nilai transaksi mencapai Rp27,33 triliun dengan volume 57,32 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,91 juta transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 385 saham menguat, 265 saham melemah, dan 153 saham bergerak stagnan. Data ini menunjukkan dominasi sentimen positif yang mengangkat pergerakan indeks.
Investor Asing Mencatat Pembelian Bersih di Pasar Saham
Seiring penguatan IHSG, investor asing terpantau aktif memborong saham-saham tertentu. Secara keseluruhan, investor global membukukan pembelian bersih sebesar Rp53 miliar di seluruh pasar dan mencapai Rp438,09 miliar di pasar reguler. Pada saat yang sama, investor asing mencatat penjualan bersih Rp385,10 miliar di pasar negosiasi dan tunai, menandakan strategi selektif dalam menempatkan dana.
Aksi beli asing paling besar mengalir ke saham PT Darma Henwa Tbk. yang mencatat pembelian bersih Rp159,85 miliar. Minat asing juga menguat pada saham perbankan PT Bank Mandiri Tbk. dengan nilai Rp109,35 miliar. Selain itu, investor global mengoleksi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. senilai Rp86,89 miliar serta PT Bumi Resources Tbk. sebesar Rp77,90 miliar.
Saham Konsumer, Energi, dan Tambang Menarik Minat Global
Minat beli asing tidak hanya terfokus pada saham perbankan dan komoditas energi. Investor juga mengakumulasi saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. senilai Rp71,41 miliar dan PT Impack Pratama Industri Tbk. sebesar Rp70,22 miliar. Dari sektor energi, saham PT Energi Mega Persada Tbk. mencatat pembelian bersih Rp66,50 miliar.
Sektor tambang turut menikmati arus dana asing melalui saham PT Aneka Tambang Tbk. dengan nilai Rp60,73 miliar. Di sisi perbankan swasta, investor asing memborong saham PT Bank Central Asia Tbk. senilai Rp58,27 miliar. Sementara itu, saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk. juga masuk daftar incaran dengan pembelian bersih Rp50,22 miliar.
Aksi kolektif investor asing tersebut memperkuat laju IHSG dan mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek saham-saham tertentu di tengah momentum penguatan indeks.
