Investor Asing Jual Saham Rp3,31 Triliun Meski IHSG Menguat Tajam Pekan Lalu

Jakarta – Investor asing tetap melakukan aksi jual bersih di pasar saham Indonesia sepanjang perdagangan 6–10 April 2026. Data perdagangan menunjukkan nilai net foreign sell mencapai Rp3,31 triliun di seluruh pasar, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan selama periode tersebut.
Tekanan jual tersebut terutama menyasar saham-saham berkapitalisasi besar dari sektor perbankan, komoditas, hingga teknologi. Aktivitas ini menunjukkan bahwa sebagian investor global memilih merealisasikan keuntungan atau menata ulang portofolio di tengah pergerakan pasar yang menguat.
Investor Asing Melepas Saham Big Caps Perbankan dan Komoditas
Sepanjang pekan tersebut, saham sektor perbankan besar menjadi sasaran utama aksi jual investor asing. Selain itu, saham berbasis komoditas juga turut mengalami tekanan jual yang cukup besar.
Berdasarkan data perdagangan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing. Nilai jual bersih pada saham BBRI mencapai sekitar Rp1,44 triliun.
Setelah itu, investor asing juga aktif menjual saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan nilai net sell sekitar Rp709,8 miliar. Tekanan jual juga terjadi pada saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk yang mencatatkan nilai jual bersih sekitar Rp543,5 miliar.
Selain tiga emiten tersebut, beberapa saham lain turut mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Investor asing juga melepas saham PT Bumi Resources Tbk dengan nilai sekitar Rp441,3 miliar serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk senilai Rp331,6 miliar.
Aksi jual juga terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp321,5 miliar dan PT Barito Pacific Tbk sekitar Rp309,9 miliar. Sementara itu, saham teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk juga mengalami net sell sebesar Rp147,4 miliar.
Di sisi lain, saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk mencatatkan jual bersih asing sekitar Rp112,7 miliar, sedangkan PT Buana Lintas Lautan Tbk mengalami net sell sekitar Rp93,5 miliar.
IHSG Tetap Menguat dan Aktivitas Perdagangan Bursa Meningkat
Di tengah aksi jual investor asing, IHSG justru mencatat kinerja positif sepanjang pekan tersebut. Indeks utama Bursa Efek Indonesia itu melonjak sekitar 6,14% dan menutup perdagangan di level 7.458,50.
Kenaikan indeks juga diikuti peningkatan aktivitas transaksi di pasar saham. Rata-rata nilai transaksi harian naik 17,26% menjadi sekitar Rp17,31 triliun. Selain itu, frekuensi transaksi harian juga meningkat 15,05% hingga mencapai sekitar 2,04 juta kali per hari.
Tidak hanya itu, volume perdagangan saham juga melonjak tajam. Rata-rata volume transaksi harian tercatat naik 24,81% menjadi sekitar 32,28 miliar saham.
Secara keseluruhan selama sepekan, total nilai transaksi di pasar saham mencapai sekitar Rp86,59 triliun. Dalam periode yang sama, investor memperdagangkan sekitar 161,42 miliar saham melalui lebih dari 10,24 juta transaksi.
Penguatan IHSG Mengikuti Tren Positif Bursa Global
Penguatan IHSG juga berlangsung seiring dengan tren positif di sejumlah pasar saham global. Beberapa indeks utama dunia mencatat kenaikan cukup tajam dalam periode yang sama.
Indeks KOSPI di Korea Selatan, misalnya, melonjak sekitar 8,96% selama sepekan. Sementara itu, indeks Nikkei di Jepang juga menguat sekitar 7,15%.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa sentimen global turut memberikan dorongan positif terhadap pasar saham, meskipun investor asing di Indonesia tetap melakukan aksi jual bersih pada sejumlah saham unggulan.
