Investor Buru Dividen dari Emiten Unggulan Sambut Tahun Baru

IHSG Masih Menjadi Momentum Bagi Investor Dividen
Jakarta, CNBC Indonesia – Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di puncak, investor masih memanfaatkan momentum untuk mengincar saham-saham yang konsisten membagikan dividen. Strategi ini bertujuan memaksimalkan keuntungan menjelang 2026 dengan fokus pada saham-saham berdividen tinggi di sektor batu bara, perbankan, dan konsumsi.
Emiten Batu Bara Tawarkan Dividend Yield Menarik
Emiten batu bara seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) diperkirakan mempertahankan dividend yield di kisaran 8%-11%. Perusahaan-perusahaan ini mampu menjaga pembayaran dividen karena fase ekspansi yang lebih stabil dan arus kas yang solid, sehingga menjadi incaran utama investor yang memburu pendapatan rutin.
Bank-Bank Besar Tetap Salurkan Dividen Kompetitif
Sektor perbankan menunjukkan stabilitas profitabilitas dan porsi dana murah yang tinggi, membuat bank besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) tetap menyalurkan dividen reguler. Kinerja sektor ini menarik perhatian investor dividen hunters yang mencari aliran pendapatan stabil.
Sektor Emas dan Peternakan Tawarkan Peluang Tambahan
Emiten sektor emas memanfaatkan kenaikan harga logam mulia global untuk meningkatkan dividen. Sektor peternakan, termasuk PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), menarik investor karena pemulihan harga unggas dan meningkatnya permintaan menjelang libur Natal dan Tahun Baru, serta dukungan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis. Faktor-faktor ini mendorong potensi aliran dividen yang lebih tinggi.
Investor Tetap Perlu Perhatikan Fundamental Emiten
Meskipun sejumlah saham menawarkan dividen menggiurkan, investor harus menilai fundamental perusahaan dan prospek kinerja 2025-2026. Yield tinggi di masa lalu tidak menjamin kelangsungan di masa depan. Penting untuk memastikan kesehatan keuangan, stabilitas laba, dan kemampuan mempertahankan kebijakan dividen sebelum mengambil keputusan investasi.
