LABA Pastikan Operasional Normal Meski Presiden Direktur Dideportasi

LABA Akui Putus Kontak dengan An Shaohong
Bandung, CNBC Indonesia — PT Green Power Group Tbk. (LABA) memastikan kegiatan operasional perusahaan berjalan normal meski Presiden Direktur An Shaohong dideportasi ke China. Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary LABA, Lu Haiying, mengungkapkan perseroan belum menerima konfirmasi resmi terkait alasan deportasi dan saat ini tidak dapat menghubungi Shaohong.
LABA Tegaskan Masalah Keimigrasian Bersifat Pribadi
Haiying menekankan bahwa masalah keimigrasian yang beredar di media sosial, termasuk tuduhan tidak melaporkan diri di aplikasi Aplikasi Pengawasan Orang Asing (APOA), merupakan urusan pribadi Shaohong dan tidak mempengaruhi kegiatan operasional LABA. Perusahaan menegaskan tidak terlibat dan tidak mengetahui detail kasus yang menimpa Shaohong, baik di Indonesia maupun negara asalnya.
LABA Siapkan Penyesuaian Organ Struktur jika Diperlukan
LABA sebelumnya mengumumkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Desember 2025. Perusahaan menyiapkan penyesuaian struktur organisasi bila diperlukan pada Januari 2026, sementara tugas Shaohong akan dijalankan oleh direksi lain. Manajemen menegaskan seluruh aktivitas bisnis dan pelayanan publik tetap berjalan lancar meski saham perusahaan mengalami fluktuasi.
An Shaohong Pejabat di Beberapa Emiten
An Shaohong menjabat sebagai Presiden Direktur LABA dan Komisaris Utama di PT Bangun Karya Perkasa Tbk. (KRYA) serta PT Oscar Mitra Sukses Indonesia Tbk. (OLIV). LABA menyatakan akan terus memberikan keterbukaan informasi bila terdapat perkembangan material terkait situasi ini, menjaga transparansi bagi investor dan pemangku kepentingan.
