Investor Asing Mencatat Net Buy Besar dan Memburu Saham BUMI, ANTM, serta EMAS

JAKARTA – Investor asing kembali menunjukkan minat kuat di Bursa Efek Indonesia dengan mencatatkan transaksi beli bersih bernilai besar pada perdagangan Senin, 22 Desember 2025. Aksi akumulasi ini menempatkan saham BUMI, ANTM, dan EMAS sebagai tiga emiten yang paling banyak diburu oleh investor global.
Sepanjang perdagangan hari ini, investor asing membukukan net buy di seluruh pasar sebesar Rp 1,34 triliun. Kontribusi transaksi tersebut datang dari pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp 560,4 miliar, sementara pasar reguler menyumbang net buy senilai Rp 779,5 miliar. Dengan capaian ini, total net sell asing secara year to date terus menyusut dan kini berada di level Rp 21,05 triliun berdasarkan data resmi BEI.
Investor Asing Mengakumulasi Saham BUMI dengan Nilai Tertinggi
Di pasar reguler, investor asing paling agresif mengoleksi saham PT Bumi Resources Tbk. Asing mencatatkan net buy pada saham BUMI sebesar Rp 432,5 miliar. Aksi beli ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap saham sektor energi yang sepanjang hari menunjukkan pergerakan positif.
Penguatan minat asing terhadap BUMI turut sejalan dengan kenaikan sektor energi yang menjadi sektor dengan penguatan tertinggi pada penutupan perdagangan.
Asing Terus Memburu Saham ANTM dan EMAS
Selain BUMI, investor asing juga aktif mengoleksi saham PT Aneka Tambang Tbk. Saham ANTM mencatatkan net buy asing sebesar Rp 394 miliar. Selanjutnya, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk atau EMAS menyusul dengan net buy senilai Rp 116,4 miliar.
Aksi beli pada saham berbasis komoditas ini menegaskan preferensi investor asing terhadap saham-saham yang dinilai memiliki prospek defensif di tengah dinamika pasar global.
Investor Asing Melepas Saham Perbankan dan Kontraktor Tambang
Di sisi lain, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih pada sejumlah saham besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai net sell mencapai Rp 238,7 miliar. Tekanan jual juga terjadi pada saham PT Darma Henwa Tbk sebesar Rp 131,1 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk senilai Rp 100,4 miliar.
Perbedaan arah transaksi ini menunjukkan strategi selektif investor asing dalam mengelola portofolio menjelang akhir tahun.
IHSG Menguat Didukung Kenaikan Sektor Energi
Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan dengan penguatan 36,2 poin atau 0,4 persen ke level 8.645,8. Sepanjang sesi, sebanyak 260 saham mencatatkan kenaikan, sementara 462 saham melemah dan 236 saham bergerak stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 24 triliun.
Penguatan IHSG terutama ditopang sektor energi yang melonjak 2,5 persen, diikuti sektor barang baku, barang konsumen primer, kesehatan, transportasi, dan perindustrian.
