OJK Optimistis 2026 Jadi Tahun Ramai IPO dan Rights Issue
OJK Melihat 2026 sebagai Momentum Emas Pasar Modal
Otoritas Jasa Keuangan memproyeksikan pasar modal Indonesia memasuki fase ekspansif pada 2026. OJK menilai jumlah penawaran umum perdana saham dan rights issue berpotensi meningkat seiring stabilnya fundamental ekonomi dan membaiknya likuiditas keuangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyebut kondisi makroekonomi yang solid membuka ruang bagi korporasi untuk menghimpun dana secara lebih agresif melalui pasar modal.
Penghimpunan Dana 2025 Lampaui Target
Sepanjang Januari hingga November 2025, OJK mencatat 189 aksi penghimpunan dana di pasar modal, mencakup IPO, penerbitan obligasi, dan rights issue. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp238,68 triliun, melampaui target tahunan sebesar Rp220 triliun.
Capaian tersebut menjadi fondasi kuat bagi optimisme OJK menyambut 2026. Inarno menilai stabilitas makro dan meningkatnya kepercayaan investor memperbesar peluang bertambahnya aktivitas emisi efek tahun depan.
BEI Menargetkan 555 Efek Baru pada 2026
Bursa Efek Indonesia menyiapkan target ambisius dengan membidik 555 efek baru pada 2026. Target tersebut mencakup IPO saham hingga penerbitan obligasi dan sukuk dari berbagai emiten.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa pada 2025 BEI hanya menargetkan 340 efek. Namun, realisasi hingga November telah melampaui 140 persen dari target, menandakan tingginya minat korporasi masuk ke pasar modal.
Jumlah Investor Tumbuh, Persaingan Makin Ketat
BEI mencatat jumlah investor pasar modal meningkat hampir 30 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan ini menciptakan keseimbangan antara sisi penawaran dan permintaan, sekaligus memperketat kompetisi antar emiten dalam menarik dana investor.
Nyoman menilai harmonisasi supply dan demand menjadi faktor utama yang memperkuat kepercayaan pasar. Kondisi tersebut diperkirakan berlanjut pada 2026, seiring meningkatnya jumlah aksi korporasi.
OJK Perluas Instrumen Investasi
Untuk memperdalam pasar, OJK juga menyiapkan perluasan instrumen investasi, termasuk pengembangan ETF berbasis emas. Langkah ini bertujuan memberikan alternatif investasi yang lebih beragam sekaligus meningkatkan daya tarik pasar modal domestik.
Ke depan, OJK akan menyesuaikan target penghimpunan dana 2026 dengan mempertimbangkan dinamika global dan domestik, tanpa mengabaikan kualitas pertumbuhan yang berkelanjutan.
