OJK Tingkatkan Kualitas Data Saham untuk MSCI Mulai Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499967/original/022748800_1770803005-IMG_4571.jpeg)
JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat komunikasi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menyempurnakan data pasar saham Indonesia. OJK menargetkan peningkatan kualitas dan detail data atau granulasi tuntas pada akhir Februari 2026 agar sesuai standar internasional.
Hasan Fawzi Pastikan Pertemuan Teknis dengan MSCI Berjalan Lancar
Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, menyatakan setiap rapat teknis dengan MSCI selalu menunjukkan kemajuan. Ia menegaskan komunikasi berjalan lancar tanpa kendala, termasuk penyempurnaan aspek teknis yang menjadi perhatian MSCI. Hasan menambahkan, perbaikan granulasi data akan selesai pada akhir Februari dan siap disampaikan ke MSCI serta penyedia indeks global lainnya mulai awal Maret.
BEI Ajukan Proposal ke MSCI Berisi Tiga Pokok Usulan
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengungkapkan proposal resmi sudah diajukan pada 5 Februari 2026. Proposal tersebut mencakup granulasi kategori investor, pengungkapan pemegang saham dari 5% menjadi 1%, dan rencana penerapan peraturan free float. Semua usulan ini menjadi fokus diskusi dengan MSCI untuk memastikan data pasar Indonesia memenuhi standar global.
BEI dan KSEI Jalankan Inisiatif Percepatan Reformasi Pasar Modal
BEI bekerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) meluncurkan sejumlah inisiatif yang selaras dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Targetnya, seluruh agenda ini dapat terpenuhi sebelum akhir April 2026. Data riil yang dikumpulkan dari partisipan KSEI akan menjadi dasar simulasi perhitungan indeks MSCI, memastikan investor global memperoleh informasi yang akurat dan transparan.
OJK Fokus Perbaikan Teknis untuk Mendukung Transparansi dan Integritas Pasar
Hasan menegaskan OJK terus menyempurnakan aspek teknis yang menjadi perhatian MSCI, termasuk kualitas data dan granulasi. Ia menambahkan, perbaikan ini akan memperkuat kepercayaan investor internasional dan domestik terhadap pasar saham Indonesia. Dengan data riil mulai Maret 2026, OJK dan BEI berharap simulasi perhitungan indeks global dapat berjalan optimal, mendukung likuiditas dan integritas pasar modal di Indonesia.
