IHSG Bersiap Uji Level 7.600, Analis Rekomendasikan Enam Saham Prospektif

Analis memproyeksikan IHSG bergerak naik menuju resistance 7.600
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren penguatan pada pekan ini dengan target menguji level 7.600. Proyeksi tersebut muncul seiring membaiknya sentimen global dan domestik yang mendorong optimisme pelaku pasar.
Phintraco Sekuritas memetakan pergerakan IHSG berada dalam rentang resistance di 7.600, pivot di 7.500, serta support di level 7.300. Posisi ini menunjukkan ruang penguatan masih terbuka, meskipun volatilitas tetap perlu diwaspadai.
Analis merekomendasikan enam saham unggulan termasuk BBCA
Sejalan dengan proyeksi tersebut, analis merekomendasikan enam saham yang dinilai memiliki potensi cuan dalam jangka pendek. Salah satu saham yang menjadi sorotan adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang dinilai memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi.
Minat investor terhadap saham unggulan ini didukung oleh stabilitas kinerja serta daya tarik sektor perbankan yang tetap menjadi penopang utama pergerakan indeks.
Pasar global mendorong optimisme meski ditutup mixed
Dari sisi eksternal, indeks saham Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat, 10 April 2026. Meski demikian, secara mingguan pasar Amerika Serikat mencatat kinerja positif terbaik sejak November 2025.
Penguatan tersebut dipicu oleh penurunan harga minyak mentah yang terjadi seiring harapan meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini memberikan sentimen positif bagi pasar global, termasuk Indonesia.
Data ekonomi AS dan sentimen global tetap menjadi perhatian investor
Meski optimisme meningkat, sejumlah indikator ekonomi tetap menjadi perhatian. Data inflasi Amerika Serikat yang tercermin dari Consumer Price Index (CPI) tercatat naik ke level 3,3% secara tahunan pada Maret 2026, yang merupakan level tertinggi sejak Mei 2024, namun masih sesuai dengan ekspektasi pasar.
Di sisi lain, indeks Michigan Consumer Sentiment turun 11% ke level 47,6 pada April 2026. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi sebagai dampak konflik geopolitik.
Perkembangan negosiasi AS-Iran memengaruhi arah pasar global
Pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun kedua negara telah menyepakati gencatan senjata, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan final.
Delegasi Amerika Serikat menyebut Iran belum menyetujui komitmen terkait pengembangan senjata nuklir. Sementara itu, laporan media Iran mengungkap adanya perbedaan pandangan terkait isu material nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Kondisi ini membuat gencatan senjata yang berlangsung selama dua pekan masih berada dalam situasi rentan. Oleh karena itu, arah pergerakan IHSG ke depan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik global serta respons investor terhadap dinamika tersebut.
