IHSG Berpotensi Terkoreksi akibat Aksi Profit Taking, Tiga Saham Ini Jadi Sorotan

Analis Memproyeksikan IHSG Melemah Setelah Menguat Tajam Pekan Lalu
JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi mengalami tekanan pada awal pekan perdagangan Senin, 13 April 2026, setelah mencatat penguatan signifikan pada sesi sebelumnya. Kenaikan indeks sebesar 2,07% yang disertai aksi beli bersih investor asing senilai Rp239,92 miliar memicu peluang terjadinya aksi ambil untung oleh pelaku pasar.
Selain itu, optimisme yang sempat muncul akibat meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai memudar. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar untuk lebih berhati-hati dalam mengambil posisi, terutama setelah indeks mendekati area resistance psikologis di level 7.500.
Sentimen Global dan Data Domestik Menekan Pergerakan IHSG
Tekanan terhadap IHSG semakin kuat seiring perkembangan global yang kurang kondusif. Negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan. Pernyataan pejabat AS yang menegaskan Iran belum berkomitmen menghentikan pengayaan uranium memperbesar kekhawatiran pasar.
Di sisi lain, eskalasi konflik di Timur Tengah juga meningkat, terutama akibat ketegangan antara Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan yang memicu korban jiwa. Situasi ini memperburuk sentimen risiko global dan berpotensi menekan pasar saham, termasuk di Indonesia.
Dari dalam negeri, data kepercayaan konsumen Indonesia juga menunjukkan pelemahan. Indeks kepercayaan konsumen turun ke level 122,9, menjadi yang terendah sejak Oktober 2025. Penurunan ini mencerminkan kehati-hatian masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan.
Pergerakan Bursa Global Memberi Sinyal Campuran ke Pasar
Kinerja bursa saham global turut memberikan gambaran yang beragam. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,56% ke level 47.916,5. Sementara itu, indeks S&P 500 turun tipis 0,11% ke 6.816,8, sedangkan Nasdaq Composite justru menguat 0,35% ke posisi 22.902,9.
Pergerakan yang tidak searah ini menunjukkan ketidakpastian pasar global, sehingga investor cenderung mengurangi eksposur risiko dalam jangka pendek.
Rekomendasi Saham Muncul di Tengah Potensi Koreksi Pasar
Di tengah potensi pelemahan IHSG, analis tetap melihat peluang pada sejumlah saham yang dinilai menarik untuk diperdagangkan. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham, yaitu EMTK, JPFA, dan PADI.
Rekomendasi ini muncul karena ketiga saham tersebut dinilai memiliki potensi teknikal yang masih menarik di tengah kondisi pasar yang cenderung fluktuatif. Investor disarankan untuk tetap selektif serta mempertimbangkan manajemen risiko dalam setiap keputusan transaksi
