Analis Proyeksikan IHSG Bergerak Fluktuatif dan Soroti Peluang Saham Pilihan pada Perdagangan 11 Mei 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1505543/original/019386800_1486967392-Pembukaan-Saham6.jpg)
Analis Membaca Tekanan Jual Masih Membayangi Pergerakan IHSG
Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026, diperkirakan masih menghadapi tekanan. Setelah mengalami koreksi tajam pada akhir pekan lalu, pelaku pasar kini mencermati peluang pemulihan sekaligus risiko lanjutan yang dapat memengaruhi arah indeks.
Pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, IHSG turun 2,86 persen ke level 6.969. Meski demikian, dalam pergerakan mingguan, indeks masih mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,18 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam fase teknikal yang rawan koreksi. Menurutnya, dalam skenario terburuk, indeks berpotensi bergerak menuju area 6.645 hingga 6.838. Namun di sisi lain, apabila sentimen pasar membaik, IHSG berpeluang menguat menuju area 7.207 hingga 7.418.
Ia juga menambahkan bahwa level support IHSG berada di kisaran 6.921 dan 6.838, sementara area resistance terpantau pada level 7.207 dan 7.323.
Pilarmas Sekuritas Menyusun Strategi Saham Pilihan untuk Investor
Sementara itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak melemah terbatas dengan rentang support dan resistance di level 6.950 sampai 7.150.
Dalam rekomendasinya, Pilarmas memilih saham Bank Rakyat Indonesia berkode BBRI, Sumber Alfaria Trijaya berkode AMRT, dan Telkom Indonesia berkode TLKM sebagai pilihan utama.
Di sisi lain, Herditya merekomendasikan beberapa saham lain yang dinilai menarik secara teknikal, yakni Adaro Andalan Indonesia (AADI), Buana Lintas Lautan (BULL), Vale Indonesia (INCO), serta MAP Aktif Adiperkasa (MAPA).
Analis Menyoroti Peluang Teknikal pada Saham Pilihan
Pada saham AADI, analis melihat tekanan jual masih mendominasi, namun area beli mulai terbentuk di kisaran 9.275 hingga 9.425 dengan target harga menuju 10.225 sampai 10.825.
Untuk saham BULL, area akumulasi diperkirakan muncul pada rentang 438 hingga 464, dengan target penguatan menuju 505 hingga 545.
Sementara itu, saham INCO yang mengalami koreksi signifikan dinilai mulai menarik pada kisaran 5.125 hingga 5.350, dengan peluang kenaikan menuju 5.925 hingga 6.175.
Adapun saham MAPA masih menunjukkan dominasi volume beli. Analis memperkirakan area akumulasi berada di rentang 625 hingga 645 dengan target penguatan menuju 695 sampai 725.
Di tengah volatilitas pasar, investor tetap perlu mengedepankan manajemen risiko dan menyesuaikan strategi dengan profil investasi masing-masing.
