Analis Memproyeksikan IHSG Melemah pada Perdagangan Kamis 11 Desember 2025
Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang bergerak melemah pada perdagangan saham Kamis, 11 Desember 2025. Tekanan koreksi muncul setelah IHSG mencatat kenaikan pada sesi sebelumnya, sehingga pasar mulai memasuki fase konsolidasi jangka pendek. Kondisi ini mendorong investor untuk lebih selektif dalam mengambil posisi saham.
Pada perdagangan Rabu, 10 Desember 2025, IHSG menguat 0,515 persen ke level 8.700. Kenaikan tersebut berlangsung seiring peningkatan volume transaksi yang mencerminkan aktivitas beli masih cukup solid. Meski demikian, analis menilai penguatan tersebut berpotensi memicu aksi ambil untung dalam waktu dekat.
Analis MNC Sekuritas Menilai IHSG Rawan Terkoreksi
Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan IHSG saat ini berada di akhir wave [iii] dari wave 5. Posisi teknikal tersebut membuka peluang koreksi untuk menguji area 8.447 hingga 8.562 sekaligus menutup celah harga tipis yang masih terbentuk.
Lebih lanjut, Herditya menilai skenario terburuk dapat membawa IHSG terkoreksi lebih dalam hingga area 8.000-an apabila indeks telah menyelesaikan wave (1). Oleh karena itu, ia menyarankan pelaku pasar untuk mewaspadai volatilitas yang berpotensi meningkat pada perdagangan hari ini.
Analis Menetapkan Level Support dan Resistance IHSG
Dalam proyeksinya, Herditya menetapkan level support IHSG berada di area 8.622 dan 8.493. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di kisaran 8.769 hingga 8.809. Level tersebut menjadi acuan penting bagi investor dalam menentukan strategi transaksi jangka pendek.
Sejalan dengan itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan IHSG masih berpeluang menguat secara terbatas. Pilarmas memproyeksikan pergerakan indeks berada di rentang support dan resistance 8.620 hingga 8.880, dengan sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.
Analis Merekomendasikan Sejumlah Saham Pilihan Hari Ini
Di tengah potensi koreksi IHSG, Herditya merekomendasikan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk, PT Chandra Daya Investasi Tbk, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, dan PT Timah Tbk sebagai saham yang layak dicermati. Rekomendasi tersebut didasarkan pada analisis teknikal dan peluang pergerakan harga jangka pendek.
Sementara itu, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk, PT Bumi Resources Minerals Tbk, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. Dengan strategi yang terukur, analis menilai saham-saham tersebut masih menawarkan peluang di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
