IHSG Berpotensi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham Pilihan 11 Februari 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3103081/original/031459600_1586948198-20200415-Pergerakan-IHSG-Turun-Tajam-1.jpg)
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan saham Rabu, 11 Februari 2026. IHSG diprediksi menanjak ke level 8.264-8.440 setelah mencatat kenaikan 1,24% ke posisi 8.131 pada perdagangan Selasa, disertai peningkatan volume transaksi yang menutup gap 8.025-8.102.
Analis MNC Sekuritas Prediksi IHSG Bisa Menguat atau Koreksi Sementara
Herditya Wicaksana, analis PT MNC Sekuritas, menilai IHSG berpotensi melanjutkan penguatan untuk membentuk wave © menuju 8.264-8.440. Namun, ia memperingatkan kemungkinan koreksi sementara ke area 7.922-8.006 untuk membentuk wave (b) pada pola triangle. Herditya menyebut level support IHSG berada di 7.712 dan 7.547, sementara level resistance tercatat 8.214 dan 8.354.
Riset Pilarmas Investindo Sebut Penguatan IHSG Terbatas
PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support dan resistance 7.800-8.320. Perusahaan ini merekomendasikan saham PT Timah Tbk (TINS), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sebagai pilihan hari ini, menyesuaikan kondisi pasar dan tren teknikal.
Herditya Wicaksana Rekomendasikan Saham AMMN, BBYB, RAJA, dan RMKE
Herditya menyoroti empat saham dengan prospek teknikal menarik. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) direkomendasikan Buy on Weakness dengan harga target 7.875-8.225 dan stoploss di bawah 7.175. PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) masuk kategori Spec Buy dengan target 384-436 dan stoploss di bawah 356. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dipilih Buy on Weakness dengan target 4.470-5.200 dan stoploss di bawah 3.470. Sedangkan PT RMK Energy Tbk (RMKE) dianjurkan Buy on Weakness dengan target 4.560-5.075 dan stoploss di bawah 3.720.
Kenaikan IHSG Didukung Sentimen Global dan Faktor Teknis
Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai penguatan IHSG pada Selasa dipengaruhi oleh teknikal dan sentimen global positif, termasuk kenaikan harga komoditas. Ia menekankan bahwa meski penundaan peninjauan indeks FTSE Russell berpotensi menimbulkan ketidakpastian, dampaknya belum signifikan. Optimisme juga diperkuat oleh reli indeks utama di Amerika Serikat pada akhir pekan sebelumnya, yang mendorong persepsi risiko investor membaik.
Semua Sektor Saham Menguat dan Aktivitas Perdagangan Meningkat
Seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia menghijau. Sektor consumer siklikal mencatat kenaikan terbesar 2,95%, diikuti sektor industri 2,72%, sektor properti 1,97%, sektor infrastruktur 1,8%, sektor transportasi 1,74%, sektor energi 1,58%, sektor basic 1,58%, sektor keuangan 1,36%, sektor teknologi 1,26%, sektor kesehatan 1,23%, dan sektor consumer nonsiklikal 0,61%. Total frekuensi perdagangan mencapai 2,45 juta kali dengan volume 45,8 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 20,4 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 16.800.
