Analis Memprediksi IHSG Rawan Koreksi dan Menyusun Rekomendasi Saham Kamis Ini

Analis Menilai Pergerakan IHSG Berpotensi Terkoreksi Usai Penguatan
JAKARTA — Sejumlah analis pasar modal memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan bergerak fluktuatif dan rawan koreksi pada perdagangan Kamis, 11 Desember 2025. Prediksi tersebut muncul setelah IHSG mencatatkan penguatan pada sesi sebelumnya di tengah meningkatnya tekanan jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG ditutup menguat 0,51 persen ke level 8.700,92 pada Rabu, 10 Desember 2025. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada kisaran 8.668 hingga 8.720. Meski indeks menguat, jumlah saham yang melemah lebih dominan dibandingkan saham yang menguat, sehingga menandakan potensi konsolidasi lanjutan.
MNC Sekuritas Memproyeksikan IHSG Menguji Area Support
Tim Analis MNC Sekuritas menyampaikan bahwa IHSG berada di fase akhir penguatan teknikal dan berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek. Analis menilai indeks berpeluang menguji area 8.447 hingga 8.562 untuk menutup celah harga yang terbentuk sebelumnya. Dalam skenario terburuk, koreksi dapat membawa IHSG mendekati area 8.000.
MNC Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG berada pada level support 8.622 dan 8.493, dengan resistance di kisaran 8.769 hingga 8.809. Sejalan dengan proyeksi tersebut, analis merekomendasikan strategi buy on weakness pada saham BRMS, CDIA, dan TINS, serta speculative buy pada saham GOTO.
BRI Danareksa Melihat Peluang Penguatan Masih Terbuka
Di sisi lain, analis BRI Danareksa Sekuritas menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka pada perdagangan hari ini. Analis memproyeksikan indeks berpotensi bergerak menuju area 8.715 hingga 8.740. Optimisme tersebut didorong oleh sentimen global setelah bank sentral Amerika Serikat memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,50–3,75 persen.
BRI Danareksa merekomendasikan saham EMTK sebagai pilihan utama dengan target harga di kisaran Rp1.480 hingga Rp1.560 per saham. Selain itu, analis juga merekomendasikan saham MBMA yang dinilai masih berada dalam tren bullish, serta saham FUTR yang berpotensi melanjutkan penguatan setelah menembus pola teknikal penting.
IHSG Menutup Perdagangan dengan Koreksi pada Sesi Akhir
Pada penutupan perdagangan Kamis, IHSG berbalik melemah 0,92 persen ke level 8.620,48. Tekanan jual terutama terjadi pada saham-saham perbankan besar, sementara sejumlah saham tambang masih mampu mencatatkan penguatan. Kondisi tersebut menegaskan bahwa pasar masih berada dalam fase selektif dengan volatilitas yang relatif tinggi.
