Saham BMRI Berbalik Arah Setelah Asing Masuk, Investor Siap Antisipasi Pergerakan

Asing Masuk Kembali dan Mengubah Arah Perdagangan Saham BMRI
JAKARTA — Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mulai menunjukkan perubahan arah setelah investor asing kembali mencatatkan aksi beli bersih pada perdagangan Jumat, 10 April 2026. Pada sesi tersebut, saham BMRI membukukan net buy asing sebesar Rp107,88 miliar, menandai pembalikan tren setelah sebelumnya terus mengalami tekanan jual sejak awal April.
Perubahan ini menjadi perhatian pasar karena dalam periode 1 hingga 9 April 2026, saham bank pelat merah tersebut konsisten mencatatkan net sell asing. Oleh karena itu, masuknya kembali dana asing membuka peluang pergerakan yang lebih positif dalam jangka pendek.
Harga Saham Menguat Seiring Aktivitas Perdagangan yang Meningkat
Seiring dengan perubahan sentimen, saham BMRI mencatat kenaikan harga yang cukup solid. Pada penutupan perdagangan Jumat, harga saham Bank Mandiri naik 2,19% ke level Rp4.670.
Aktivitas transaksi juga terlihat meningkat, dengan volume perdagangan mencapai 103,58 juta saham dan frekuensi transaksi sebanyak 15.932 kali. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp482,82 miliar, mencerminkan minat investor yang kembali tumbuh terhadap saham ini.
Analis Menetapkan Target Harga dan Level Teknis Penting
Melihat pergerakan tersebut, CGS International Sekuritas memberikan proyeksi teknikal untuk saham BMRI dalam perdagangan Senin, 13 April 2026. Target harga terdekat dipatok di level Rp4.720, sementara target lanjutan berada di Rp4.770.
Di sisi lain, analis juga menetapkan level support sebagai batas pengamanan risiko. Support pertama berada di Rp4.600 dan support berikutnya di Rp4.530. Level-level ini menjadi acuan penting bagi investor dalam menentukan strategi masuk maupun keluar dari pasar.
Manajemen Bank Mandiri Menjadwalkan RUPST dan Bahas Agenda Strategis
Selain faktor teknikal, sentimen positif juga datang dari agenda korporasi. PT Bank Mandiri Tbk menjadwalkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 29 April 2026 yang akan digelar secara elektronik mulai pukul 14.00 WIB.
Dalam pemanggilan resmi, direksi menyampaikan bahwa rapat tersebut akan membahas sejumlah agenda penting, termasuk persetujuan penggunaan laba bersih, rencana pembelian kembali saham (buyback), serta perubahan susunan pengurus perseroan.
Agenda tersebut berpotensi menjadi katalis tambahan bagi pergerakan saham BMRI ke depan, terutama jika keputusan yang diambil sejalan dengan ekspektasi pasar.
Bank Mandiri Mengarahkan Kebijakan Dividen Lebih Besar kepada Pemegang Saham
Di sisi lain, Bank Mandiri juga mengindikasikan kebijakan yang lebih pro terhadap pemegang saham melalui peningkatan rasio pembayaran dividen. Perseroan memproyeksikan dividend payout ratio berada di kisaran 70% hingga 80%.
Dengan asumsi rasio mencapai 80%, dividen final untuk tahun buku 2025 diperkirakan mencapai Rp383 per saham. Estimasi ini mencerminkan potensi imbal hasil dividen sekitar 8,1% berdasarkan harga saham di kisaran Rp4.710 pada akhir Maret 2026.
Kebijakan ini memperkuat daya tarik saham BMRI, terutama bagi investor yang mencari kombinasi antara potensi capital gain dan pendapatan dividen.
