Saham DEWA Melonjak Hampir 10 Persen di Tengah Pelemahan IHSG
Harga saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melesat tajam pada perdagangan saham Kamis, 11 Desember 2025, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah. Kenaikan ini menunjukkan minat beli investor yang tetap kuat terhadap saham sektor energi di tengah tekanan pasar secara umum.
Mengacu pada data RTI, saham DEWA naik 9,88 persen dan bertengger di level Rp 545 per saham pada pukul 14.43 WIB. Sejak pembukaan perdagangan, saham ini langsung menarik perhatian karena dibuka stagnan di posisi Rp 496 per saham, sebelum akhirnya bergerak agresif sepanjang sesi kedua.
Investor Mendorong Harga Saham DEWA ke Level Tertinggi Harian
Sepanjang perdagangan hari ini, saham DEWA mencatatkan harga tertinggi di level Rp 575 per saham dan terendah di Rp 488 per saham. Aktivitas transaksi terlihat sangat aktif dengan frekuensi perdagangan mencapai 127.443 kali. Volume transaksi tercatat sebesar 28,97 juta saham dengan nilai transaksi harian menyentuh Rp 1,6 triliun.
Pergerakan positif ini tidak hanya terjadi dalam jangka pendek. Dalam satu bulan terakhir, harga saham DEWA telah naik 22,22 persen. Bahkan secara year to date, saham emiten kontraktor pertambangan ini melonjak signifikan hingga 366,10 persen, mencerminkan tren penguatan yang konsisten sepanjang 2025.
IHSG Melemah dan Mayoritas Saham Bergerak Turun
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
Di sisi lain, IHSG justru berbalik arah dan melemah pada perdagangan yang sama. Indeks turun 0,97 persen ke posisi 8.616, sementara indeks LQ45 terkoreksi 1,6 persen ke level 842. Tekanan jual mendominasi pasar dengan 479 saham melemah, 209 saham menguat, dan 115 saham bergerak stagnan.
IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.776,97 dan terendah 8.611,52 sepanjang hari. Total frekuensi perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencapai 2,86 juta kali dengan volume transaksi 54 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 26,7 triliun. Pada saat yang sama, nilai tukar dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 16.663.
Sektor Energi Menguat Saat Sektor Lain Tertekan
Dari sisi sektoral, hanya tiga sektor yang berhasil mencatatkan penguatan. Sektor energi memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,4 persen dan menjadi penopang utama pergerakan saham DEWA. Selain itu, sektor industri naik 0,47 persen dan sektor consumer siklikal menguat 0,33 persen.
Sebaliknya, tekanan paling dalam terjadi pada sektor transportasi yang turun 2,15 persen, diikuti sektor consumer nonsiklikal yang melemah 2,13 persen. Kondisi ini menegaskan bahwa penguatan saham DEWA terjadi di tengah sentimen pasar yang masih berhati-hati.
