Saham FILM melonjak tajam dan membuka peluang masuk MSCI Big Cap

Kinerja saham FILM mendorong perhatian investor di Bursa Efek Indonesia
JAKARTA – Saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) mencuri perhatian pelaku pasar setelah mencatatkan lonjakan harga signifikan di Bursa Efek Indonesia. Emiten yang didirikan Manoj Punjabi dan Dhamoo Punjabi tersebut tampil sebagai salah satu saham dengan kinerja paling agresif sepanjang Desember 2025. Pergerakan harga yang eksplosif ini membuka peluang saham FILM masuk ke dalam MSCI Global Standard Index kategori big cap.
Data Bursa Efek Indonesia yang diakses pada Minggu, 14 Desember 2025, menunjukkan saham FILM naik 92,9 persen dalam satu bulan terakhir hingga mencapai level Rp11.000. Kenaikan tersebut berlanjut secara konsisten karena saham ini melonjak 175 persen dalam tiga bulan dan melesat 201,3 persen secara year to date. Lonjakan beruntun ini menegaskan perubahan persepsi pasar terhadap valuasi dan prospek perusahaan.
Analis menempatkan FILM sebagai saham terbaik di indeks MSCI Small Cap
Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Fadhlan Banny, menilai kinerja saham FILM sebagai yang terbaik di indeks MSCI Indonesia Small Cap dalam 30 hari perdagangan terakhir. Penilaian ini muncul seiring reli harga yang stabil dan volume transaksi yang terus meningkat. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental dan posisi bisnis MD Entertainment di industri konten nasional.
Selain ditopang oleh permintaan investor domestik, reli saham FILM juga mendapat dorongan kuat dari akumulasi investor asing. Aktivitas ini menunjukkan ketertarikan investor institusi global terhadap emiten konten yang dinilai mampu menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Dengan demikian, lonjakan harga tidak hanya bersifat spekulatif, tetapi juga mencerminkan perubahan struktur kepemilikan saham.
Likuiditas saham FILM mendekati syarat MSCI Global Standard Index
Fadhlan menegaskan bahwa kenaikan harga saham FILM sejalan dengan peningkatan kelayakan untuk masuk MSCI Global Standard Index. Rata-rata nilai transaksi harian enam bulan saham FILM mencapai US$3,1 juta per hari, melampaui ambang batas minimum MSCI Big Cap sebesar US$2,5 juta. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian 12 bulan tercatat US$2,2 juta per hari, sedikit di bawah batas yang ditetapkan.
Pada saat yang sama, rasio perputaran saham tahunan 12 bulan atau annual traded value ratio saham FILM meningkat menjadi 11,3 persen. Angka ini semakin mendekati ambang batas big cap MSCI sebesar 15 persen. Berdasarkan perhitungan Samuel Sekuritas, harga saham FILM perlu mencapai sekitar Rp13.300 agar sepenuhnya memenuhi parameter MSCI Global Standard dengan asumsi free float 32 persen.
Potensi arus dana asing memperkuat prospek saham FILM
Jika saham FILM berhasil masuk ke MSCI Global Standard Index, pasar berpotensi menerima aliran dana pasif investor asing senilai US$180 juta hingga US$300 juta atau sekitar Rp3 triliun sampai Rp5 triliun. Potensi arus dana tersebut dapat menjadi katalis lanjutan bagi pergerakan harga saham FILM dan memperkuat posisinya sebagai saham big cap baru di Bursa Efek Indonesia.
