BEI Masukkan Saham FORE ke Daftar UMA Setelah Harga Melonjak Tajam

Bursa Efek Indonesia Awasi Pergerakan Saham FORE yang Bergerak Tidak Wajar
Bursa Efek Indonesia memasukkan saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk dengan kode FORE ke dalam daftar Unusual Market Activity pada Senin, 11 Mei 2026. Keputusan ini muncul setelah otoritas bursa mendeteksi kenaikan harga saham yang bergerak di luar pola perdagangan normal.
P.H Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia, Endra Febri Styawan, menyampaikan bahwa bursa tengah mencermati pola transaksi saham FORE melalui pengumuman resmi bernomor Peng-UMA-00143/BEI.WAS/05-2026.
Melalui pengawasan tersebut, BEI menegaskan bahwa status UMA tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran di pasar modal. Namun demikian, bursa tetap meningkatkan pemantauan untuk memastikan seluruh aktivitas perdagangan berlangsung secara transparan dan sesuai ketentuan.
Investor Mencermati Lonjakan Harga Saham FORE Sepanjang 2026
Pergerakan saham FORE terus menarik perhatian pasar dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data perdagangan hingga penutupan Jumat, 8 Mei 2026, saham FORE naik 1,49 persen atau bertambah 15 poin ke level Rp1.025 per saham.
Jika dihitung dalam satu pekan perdagangan, saham ini mencatat kenaikan sebesar 7,33 persen. Sementara itu, sejak awal tahun 2026, saham FORE sudah melonjak hingga 83,04 persen.
Valuasi saham ini juga ikut menjadi perhatian investor. Rasio price earning ratio berada di level 242,31 kali, sedangkan price to book value tercatat sebesar 13,25 kali. Angka tersebut menunjukkan pasar memberi ekspektasi tinggi terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.
Seiring kondisi itu, BEI mengimbau investor untuk memperhatikan keterbukaan informasi perusahaan, menelaah jawaban manajemen atas permintaan konfirmasi bursa, serta mengkaji setiap aksi korporasi sebelum mengambil keputusan investasi.
Fore Kopi Mendorong Pertumbuhan Laba Lewat Ekspansi Gerai Baru
Di tengah lonjakan harga saham, kinerja operasional perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan kuat. Pada kuartal I 2026, PT Fore Kopi Indonesia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp9,4 miliar atau tumbuh 60,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan perusahaan juga naik signifikan menjadi Rp444 miliar dari sebelumnya Rp292 miliar. Kenaikan tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 52,4 persen secara tahunan.
Selain itu, EBITDA perusahaan meningkat 66,7 persen menjadi Rp81,1 miliar. Margin EBITDA pun melebar menjadi 18,3 persen dari posisi sebelumnya 16,7 persen.
Direktur Utama FORE, Vico Lomar, menilai capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi ekspansi dan disiplin operasional perusahaan. Menurutnya, perusahaan tetap menjaga pertumbuhan meski konsumsi masyarakat cenderung melambat selama Ramadan.
Fore Kopi Memperluas Jaringan dan Mengembangkan Lini Bisnis Baru
Sepanjang kuartal pertama 2026, FORE membuka lebih dari 20 gerai baru. Lebih dari 40 persen ekspansi tersebut menyasar kota tier dua dan tier tiga untuk memperluas penetrasi pasar.
Hingga akhir Maret 2026, jumlah gerai aktif perusahaan mencapai 338 unit. Angka ini meningkat 35 persen dibandingkan 251 gerai pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, lini bisnis baru Fore Donut juga mulai menunjukkan perkembangan positif. Setelah peluncuran pada kuartal IV 2025, unit bisnis ini menambah lima gerai baru sepanjang kuartal I 2026 dan bersiap melakukan ekspansi ke sejumlah kota besar seperti Bandung dan Surabaya.
Komisaris Utama FORE, Willson Cuaca, menilai perusahaan mampu menunjukkan ketahanan bisnis di tengah dinamika geopolitik global dan tantangan operasional yang terus berubah.
