Saham MBMA berpeluang meledak seiring dorongan kebijakan nikel pemerintah

Analis menilai kebijakan moratorium mendorong prospek saham raja nikel
JAKARTA – Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) kembali mencuri perhatian pasar meski pergerakannya tertinggal saat Indeks Harga Saham Gabungan mencetak rekor di kisaran 8.700. Analis menilai saham emiten nikel dengan cadangan terbesar ini menyimpan potensi lonjakan signifikan karena dukungan kebijakan pemerintah yang berfokus pada penguatan nilai tambah industri nikel nasional.
Riset Yuanta Sekuritas menegaskan bahwa pemerintah berencana menerapkan moratorium investasi nikel, termasuk nickel pig iron, produk nikel kelas dua lainnya, mixed hydroxide precipitate, serta nikel matte. Kebijakan tersebut bertujuan mengendalikan pasokan sekaligus meningkatkan nilai tambah nikel yang diproduksi di dalam negeri. Langkah ini dinilai strategis untuk menata ulang keseimbangan pasar nikel dalam jangka menengah hingga panjang.
Yuanta Sekuritas memproyeksikan dampak kebijakan terhadap pasokan nikel
Yuanta Sekuritas menilai kebijakan moratorium tidak akan langsung mendongkrak harga nikel global. Pemerintah tetap mengecualikan smelter yang masih dalam tahap konstruksi, sehingga tambahan pasokan tetap masuk ke pasar dalam waktu dekat. Selain itu, harga nickel pig iron saat ini tertekan oleh faktor musiman, sementara sejumlah fasilitas high pressure acid leaching yang memproduksi MHP dijadwalkan beroperasi pada tahun depan dengan tambahan kapasitas sekitar 500 ribu ton per tahun.
Meski demikian, analis menilai dinamika tersebut bersifat sementara. Dalam jangka panjang, pengetatan investasi smelter diyakini mampu menahan laju ekspansi pasokan dan mengurangi risiko banjir produk nikel di pasar global. Kondisi ini berpotensi mendorong perbaikan harga nikel, khususnya MHP yang menjadi material utama prekursor baterai kendaraan listrik.
Pembatasan produksi bijih memperkuat posisi MBMA
Selain moratorium investasi, pemerintah juga berencana membatasi produksi bijih nikel. Kebijakan ini diproyeksikan menjaga harga bijih nikel tetap berada pada level premium hingga sekitar US$20 per ton. Situasi tersebut menguntungkan produsen terintegrasi seperti MBMA yang memiliki cadangan besar dan fasilitas pengolahan bernilai tambah.
Dengan kombinasi kebijakan tersebut, Yuanta Sekuritas memandang MBMA berada pada posisi strategis untuk menikmati siklus pemulihan harga nikel. Analis menilai valuasi saham MBMA masih menarik dan membuka ruang kenaikan harga yang signifikan, bahkan berpotensi memberikan peluang cuan hingga sekitar 40 persen seiring membaiknya sentimen sektor nikel dan baterai kendaraan listrik.
Prospek jangka menengah mendorong minat investor pada MBMA
Dorongan kebijakan pemerintah dan prospek industri baterai kendaraan listrik global menjadi katalis utama bagi saham MBMA. Seiring penataan ulang industri nikel nasional, investor mulai melirik kembali saham-saham produsen besar yang memiliki fundamental kuat dan posisi strategis dalam rantai pasok. Dalam konteks ini, MBMA berpeluang menjadi salah satu penerima manfaat utama dari transformasi industri nikel Indonesia.
