IHSG Melemah di Awal Pekan dan Analis Tawarkan Saham Pilihan Beserta Target Harga

Tekanan Global Menyeret IHSG Melemah Meski Sebelumnya Menguat
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada perdagangan Senin (13/4/2026), setelah sebelumnya ditutup menguat 150,9 poin atau 2,07% ke level 7.458,5 pada Jumat (10/4/2026). Perubahan arah ini terjadi seiring meningkatnya tekanan dari sentimen global yang membayangi pasar.
Seiring dengan itu, pasar saham Asia-Pasifik langsung dibuka di zona merah pada awal pekan. Investor mencermati rencana blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran, setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal menghasilkan kesepakatan damai di kawasan Timur Tengah.
Pelemahan Wall Street Memperkuat Tekanan terhadap IHSG
Selain tekanan dari Asia, kondisi di Wall Street juga memperburuk sentimen pasar. Mayoritas indeks saham Amerika Serikat ditutup melemah pada akhir pekan lalu, seiring kekhawatiran investor terhadap rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Kondisi ini mendorong pelaku pasar global untuk lebih berhati-hati, sehingga berdampak pada pergerakan indeks di berbagai kawasan, termasuk Indonesia. Dengan demikian, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek.
Analis Menyusun Rekomendasi Saham Trading dengan Target Harga Jelas
Di tengah tekanan tersebut, analis tetap memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk strategi trading harian. Mandiri Sekuritas menyoroti beberapa saham yang dinilai memiliki peluang pergerakan positif dengan target harga yang terukur.
Saham JPFA menjadi salah satu pilihan dengan harga penutupan Rp 2.590 dan target kenaikan menuju Rp 2.640. Analis menetapkan batas risiko dengan stop loss di level Rp 2.560, yang sekaligus menjadi area support, sementara resistance berada di kisaran Rp 2.640.
Selain itu, saham DEWA juga masuk dalam radar trading dengan harga penutupan Rp 515 dan target menuju Rp 540. Analis menetapkan stop loss di Rp 505 yang berfungsi sebagai batas bawah sekaligus support, sedangkan resistance berada di Rp 540.
Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Sorotan Pelaku Pasar
Selanjutnya, saham BBRI turut direkomendasikan untuk strategi buy dengan harga penutupan Rp 3.390. Analis menargetkan kenaikan hingga Rp 3.470, dengan batas stop loss di Rp 3.350.
Level tersebut juga menjadi area support, sementara resistance berada di kisaran Rp 3.470. Rekomendasi ini menunjukkan bahwa saham sektor perbankan masih menarik perhatian investor meski pasar secara umum menghadapi tekanan.
Analis Tambahkan Pilihan Saham Lain untuk Strategi Trading Harian
Selain rekomendasi dari Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas juga menyiapkan daftar saham tambahan untuk strategi trading. Langkah ini menunjukkan bahwa peluang tetap terbuka bagi investor yang mampu memanfaatkan pergerakan jangka pendek di tengah volatilitas pasar.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen global dan rekomendasi teknikal tersebut, pelaku pasar dapat menyusun strategi investasi yang lebih selektif dan terukur pada perdagangan hari ini.
