Saham RLCO Melonjak 141,82 Persen dan Memimpin Top Gainers BEI Sepekan
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) mencatat lonjakan harga saham tertinggi di Bursa Efek Indonesia sepanjang perdagangan sepekan 15–19 Desember 2025. Emiten eksportir sarang burung walet ini menguat tajam hingga 141,82 persen dan menempati posisi puncak daftar top gainers mingguan.
Kinerja saham RLCO menunjukkan minat beli yang sangat kuat sejak perusahaan resmi melantai di bursa pada Senin, 8 Desember 2025. Saat penawaran umum perdana, perseroan menetapkan harga IPO sebesar Rp168 per saham. Namun, hanya dalam waktu kurang dari dua pekan, harga saham RLCO berhasil menembus level Rp1.300.
Perdagangan Pekan Ketiga Desember Mendorong Harga RLCO ke Rp1.330
Pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Desember 2025, saham RLCO kembali mencatat kenaikan signifikan. Harga saham emiten ini ditutup naik 24,88 persen ke level Rp1.330 per saham. Kenaikan tersebut sekaligus mengukuhkan RLCO sebagai saham dengan performa terbaik selama sepekan di tengah pergerakan pasar yang relatif fluktuatif.
Lonjakan RLCO terjadi di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan yang masih bergerak terbatas. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa secara keseluruhan, ratusan saham tetap mencatat penguatan meskipun sebagian lainnya mengalami koreksi harga.
Saham DPUM dan SSTM Mengikuti Penguatan Signifikan Pekanan
Selain RLCO, dua saham lain juga mencatat penguatan tajam dan masuk dalam tiga besar top gainers sepekan. Saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM) melonjak 105,56 persen ke level Rp222. Sementara itu, saham PT Sunson Textile Manufacturer Tbk. (SSTM) menguat 81,95 persen dan ditutup di harga Rp2.520.
Penguatan juga terjadi pada sejumlah saham sektor pelayaran, logistik, dan properti yang mencerminkan tingginya minat spekulatif investor pada saham berkapitalisasi kecil dan menengah selama periode tersebut.
BEI Mencatat Ratusan Saham Bergerak Aktif Sepanjang Pekan
Bursa Efek Indonesia mencatat sebanyak 259 saham mengalami kenaikan harga lebih dari dua persen selama perdagangan sepekan. Pada saat yang sama, 280 saham justru terkoreksi lebih dari dua persen. Adapun 176 saham tercatat stagnan, sementara sisanya bergerak terbatas di kisaran penguatan maupun pelemahan tipis.
Di sisi lain, saham PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk. (PJHB) memimpin daftar top losers dengan penurunan 35,64 persen. Saham PT Black Diamond Resources Tbk. (COAL) dan PT Citatah Tbk. (CTTH) juga masuk jajaran saham dengan koreksi terdalam selama sepekan.
