Saham KIOS, SOTS, dan BUMI Menguasai Daftar Top Gainers Saat IHSG Menguat

Investor Mendorong Lonjakan Saham Lapis Dua Sepanjang Pekan
Pasar saham Indonesia menunjukkan dinamika kuat sepanjang pekan perdagangan 8–12 Desember 2025. Indeks Harga Saham Gabungan bergerak menguat sebesar 0,32 persen dan ditutup di level 8.660,499. Di tengah kenaikan indeks tersebut, investor aktif memburu saham-saham lapis dua dan tiga yang mencatatkan lonjakan harga signifikan.
Data statistik mingguan Bursa Efek Indonesia memperlihatkan saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. memimpin daftar top gainers. Saham berkode KIOS melesat 171,43 persen dalam sepekan dan ditutup di level Rp266 per saham, naik tajam dari posisi sebelumnya di Rp98. Lonjakan ini menegaskan tingginya minat spekulatif dan rotasi dana ke saham berkapitalisasi kecil.
Pergerakan Agresif Mengangkat SOTS dan CTTH
Selain KIOS, pelaku pasar juga mendorong saham PT Satria Mega Kencana Tbk. mencatat penguatan besar. Saham SOTS melonjak 141,03 persen dan berakhir di level Rp1.075 per saham. Pada saat yang sama, saham PT Citatah Tbk. turut mencuri perhatian setelah menguat 134,41 persen dari Rp93 menjadi Rp218 per saham hanya dalam satu pekan.
Penguatan tidak berhenti di dua saham tersebut. Saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk. naik 62,58 persen ke level Rp1.260 per saham. Saham PT Natura City Developments Tbk. juga menguat 56,08 persen dan ditutup di Rp462. Selanjutnya, saham PT Fortuna Indonesia Tbk. mencatat kenaikan 54,95 persen ke Rp1.565 per saham.
Saham Tambang dan Properti Menopang Kinerja Bursa
Sektor pertambangan ikut menopang pergerakan pasar. Saham PT Bumi Resources Tbk. naik 54,62 persen dan ditutup di Rp368 per saham. Saham PT Darma Henwa Tbk. juga melonjak 46,84 persen ke level Rp605. Di sisi lain, saham PT Steady Safe Tbk. menguat 46,15 persen menjadi Rp418, sementara saham PT Jababeka Tbk. naik 45,35 persen ke Rp250 per saham.
Seiring lonjakan harga saham, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia meningkat tajam. Kapitalisasi pasar Bursa naik 0,24 persen menjadi Rp15.882 triliun. Rata-rata volume transaksi harian melesat 27,92 persen menjadi 59,35 miliar lembar saham. Rata-rata nilai transaksi harian juga melonjak 41,95 persen menjadi Rp30,29 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI I Gusti Agung Alit Nityaryana menyampaikan bahwa peningkatan tertinggi terjadi pada nilai transaksi harian. Hingga penutupan perdagangan Jumat, 12 Desember 2025, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp282,27 miliar, meski secara kumulatif sepanjang 2025 masih membukukan jual bersih Rp25,67 triliun.
