Aksi jual asing menekan saham WIFI meski kinerja sembilan bulan tumbuh kuat

Pasar merespons penurunan laba kuartalan WIFI dengan aksi jual agresif
JAKARTA – Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau Surge dengan kode WIFI anjlok tajam pada perdagangan Jumat, 12 Desember 2025. Harga saham WIFI turun 14,82 persen ke level Rp 3.620 setelah investor asing melepas saham ini secara masif. Data bursa mencatat nilai penjualan bersih asing mencapai Rp 183,73 miliar dalam satu hari, sehingga langsung menekan pergerakan harga.
Penurunan tersebut terjadi setelah saham WIFI sempat bergerak positif sepanjang 8 hingga 10 Desember 2025 dan kemudian stagnan pada 11 Desember. Kondisi ini memicu kejutan di pasar karena terjadi di tengah sentimen yang sebelumnya relatif positif terhadap saham emiten telekomunikasi tersebut.
Laporan keuangan auditan memicu perubahan sentimen investor
Manajemen WIFI merilis laporan keuangan sembilan bulan 2025 yang telah diaudit. Dalam laporan tersebut, perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 260 miliar. Angka ini melonjak 71 persen dibandingkan periode Januari hingga September 2024 yang tercatat Rp 152 miliar.
Namun, pasar mencermati lebih dalam kinerja kuartalan. Data yang ditampilkan pada aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan laba bersih kuartal III-2025 hanya mencapai Rp 32 miliar. Perolehan ini turun tajam dibandingkan laba kuartal II-2025 yang mencapai Rp 145 miliar. Penurunan laba kuartalan inilah yang mendorong investor melakukan aksi ambil untung secara agresif.
Ekspektasi akuisisi Linknet belum mampu menahan tekanan jual
Sebelumnya, analis memproyeksikan saham WIFI berpotensi menguat seiring rencana akuisisi PT Link Net Tbk dari Axiata. Sucor Sekuritas menilai aksi korporasi tersebut berpeluang memberikan tambahan pendapatan hingga Rp 13 triliun dengan estimasi EBITDA mencapai Rp 8 triliun, berdasarkan asumsi margin 80 persen.
Linknet saat ini mengoperasikan jaringan internet yang menjangkau sekitar 4,4 juta rumah, dengan 1,1 juta rumah telah terhubung melalui layanan XL Home. Tingkat pemanfaatan layanan tersebut mencapai 22 persen, sehingga membuka ruang pertumbuhan pelanggan yang besar bagi WIFI jika akuisisi terealisasi.
Investor menunggu kepastian strategi lanjutan WIFI
Selain rencana akuisisi, Sucor Sekuritas juga menyoroti peluncuran layanan fixed wireless access yang dipasarkan melalui merek IRA. Minat publik terlihat dari jumlah pengikut akun media sosial yang mencapai ribuan, sehingga membuka peluang pencapaian pelanggan di atas target perusahaan.
Meski demikian, pasar kini menanti kejelasan arah bisnis perseroan. Investor mencermati rencana paparan kinerja melalui earning call, perkembangan jumlah pelanggan yang diproyeksikan mencapai 1,28 juta per November 2025, serta kepastian tindak lanjut akuisisi Linknet sebagai penentu arah saham WIFI ke depan.
