Airlangga Menilai Sentimen Ekonomi Positif Menguatkan Rencana IPO 13 Calon Emiten Awal 2026

Airlangga Menyatakan Kondisi Ekonomi Menjadi Modal Kuat Menyambut IPO
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai berbagai indikator ekonomi nasional menunjukkan perbaikan yang signifikan menjelang 2026. Kondisi tersebut dinilai menciptakan sentimen positif bagi pasar modal sekaligus membuka peluang bagi 13 perusahaan yang berencana melantai di Bursa Efek Indonesia pada awal tahun depan.
Airlangga menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri perayaan HUT ke-37 Asosiasi Emiten Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 12 Desember 2025. Ia menegaskan optimisme pelaku usaha mulai terbentuk seiring membaiknya kondisi ekonomi domestik setelah melewati periode penuh tantangan.
BEI Mencatat Masih Ada 13 Perusahaan dalam Pipeline IPO
Bursa Efek Indonesia mencatat hingga 12 Desember 2025 terdapat 25 perusahaan yang telah melaksanakan penawaran umum perdana saham. Selain itu, PT Super Bank Indonesia Tbk. masih berada dalam masa penawaran dan ditargetkan efektif tercatat pada 17 Desember 2025.
Dengan kondisi tersebut, BEI masih menyimpan 13 perusahaan dalam daftar tunggu IPO. Jumlah ini mencerminkan perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menunda aksi korporasi pada 2025 dan berpotensi melanjutkan proses pencatatan saham pada awal 2026. Dari total tersebut, Airlangga menyebut tujuh perusahaan masuk kategori lighthouse atau perusahaan besar yang diyakini mampu memperkuat kepercayaan pasar.
Airlangga Menyebut Indikator Ekonomi Mengarah pada Tailwind
Airlangga menekankan bahwa sejumlah indikator ekonomi mendukung optimisme pasar. Indeks keyakinan konsumen tercatat bertahan di atas level 100 dan mencapai 124 pada November 2025. Pada saat yang sama, penjualan ritel tumbuh 5,9 persen secara tahunan, sementara indeks PMI manufaktur tetap ekspansif di level 53,3.
Selain itu, inflasi terjaga di kisaran 2,72 persen, kredit konsumsi tumbuh 7 persen, dan Indeks Harga Saham Gabungan berulang kali mencetak rekor baru. Airlangga menilai kondisi tersebut menunjukkan ekonomi nasional tidak lagi menghadapi tekanan, melainkan memperoleh dorongan pertumbuhan menuju 2026.
AEI Menilai Penurunan Jumlah IPO Dipengaruhi Iklim Usaha
Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia Armand Wahyudi Hartono menjelaskan bahwa penurunan jumlah IPO dalam beberapa tahun terakhir lebih dipengaruhi oleh kondisi dunia usaha. Setelah mencetak rekor 79 IPO pada 2023, jumlah emiten baru turun menjadi 41 perusahaan pada 2024, sementara target IPO 2025 direvisi menjadi 45 perusahaan.
Armand menegaskan bahwa keputusan IPO bergantung pada kebutuhan modal masing-masing perusahaan. Ia menilai tantangan bisnis membuat emiten lebih selektif, meskipun prospek pasar mulai menunjukkan perbaikan menjelang 2026.
