Superbank Lepas 4,4 Miliar Saham dan Targetkan Dana Rp 2,79 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Super Bank Indonesia akan membuka masa penawaran umum saham mulai Rabu (10/12/2025) hingga Senin (15/12/2025). Perusahaan menetapkan harga tengah IPO sebesar Rp 635 per saham, dengan kisaran harga pada peminatan awal Rp 525–Rp 695. Superbank melepas 4,4 miliar saham atau 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, sehingga potensi dana yang dihimpun mencapai Rp 2,79 triliun.
Superbank Tunjuk Penjamin Efek untuk Mendukung IPO
Perusahaan menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana efek. Aksi ini menegaskan kesiapan Superbank dalam memasuki pasar modal dengan dukungan institusi keuangan terpercaya, sekaligus memperkuat modal untuk ekspansi operasional dan pengembangan produk digital.
Superbank Raih Laba Bersih Rp 20 Miliar Semester I-2025
Superbank membukukan laba bersih sebesar Rp 20,06 miliar pada semester I-2025, berbalik dari rugi Rp 188,46 miliar pada periode sebelumnya. Bank digital ini mencatat pendapatan bunga bersih tumbuh 171% menjadi Rp 667,6 miliar, sementara Net Interest Margin (NIM) naik menjadi 10,2%. Efisiensi operasional meningkat, terlihat dari penurunan rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) menjadi 74,2% dari 149,9% sebelumnya.
Superbank Tingkatkan Penyaluran Kredit dan Pertumbuhan Dana
Bank menyalurkan kredit Rp 8,4 triliun, naik 123% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan NPL Gross 2,7% dan NPL Net 0,98%. Total aset meningkat 122% menjadi Rp 15 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak 748% menjadi Rp 8,4 triliun. Superbank memanfaatkan produk tabungan berbasis ekosistem, seperti OVO Nabung by Superbank, yang memungkinkan jutaan pengguna OVO menabung langsung melalui aplikasi dengan bunga 5% per tahun. Jumlah nasabah bank ini hampir mencapai 4 juta dari seluruh Indonesia.
Superbank Luncurkan Identitas Baru dan Integrasi Digital
Sejak akuisisi PT Bank Fama International pada 2021, Superbank melakukan rebranding dan relokasi kantor pusat ke Jakarta pada Februari 2023. Bank ini meluncurkan aplikasi publik pada 19 Juni 2024 dengan integrasi langsung ke platform Grab dan OVO, menegaskan posisinya sebagai bank digital berbasis teknologi dan ekosistem.
