BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham MSIN Usai Lonjakan Harga Tajam

BEI Mengambil Langkah Suspensi untuk Mendinginkan Pergerakan Saham
Bursa Efek Indonesia memutuskan menghentikan sementara perdagangan saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) pada Senin, 13 April 2026. Otoritas bursa mengambil langkah ini setelah mencermati lonjakan harga saham yang signifikan dalam waktu singkat.
Melalui pengumuman resminya, BEI menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas pasar sekaligus melindungi investor. Dengan penghentian sementara tersebut, pelaku pasar memiliki waktu untuk menganalisis informasi secara lebih matang sebelum mengambil keputusan investasi.
Saham MSIN Melonjak Signifikan dalam Waktu Singkat
Pergerakan saham MSIN menunjukkan tren kenaikan tajam dalam beberapa waktu terakhir. Pada penutupan perdagangan Jumat, 10 April 2026, harga saham ini naik 11,39% ke level Rp1.320.
Jika ditarik dalam periode lebih panjang, saham MSIN mencatat lonjakan 58,08% dalam sepekan. Bahkan dalam satu bulan terakhir, saham ini melesat hingga 166,13%. Kenaikan cepat tersebut mendorong BEI mengambil tindakan cooling down agar pergerakan harga tetap terkendali.
Perusahaan Menyiapkan Ekspansi Lewat Secondary Listing di Hong Kong
Di sisi lain, manajemen MSIN menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 8 April 2026. Dalam agenda tersebut, perusahaan memaparkan rencana melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Hong Kong melalui skema secondary listing.
Direktur Utama MSIN Angela Tanoesoedibjo menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk mempercepat ekspansi bisnis di sektor hiburan digital. Selain itu, perusahaan juga menyesuaikan struktur organisasi agar sejalan dengan ketentuan tata kelola di pasar internasional.
Perusahaan Merombak Susunan Komisaris dan Direksi
Dalam rapat yang sama, pemegang saham menyetujui sejumlah perubahan pada jajaran komisaris dan direksi. Perusahaan memberhentikan Noersing dari posisi komisaris utama serta Liliana Tanoesoedibjo dari jabatan komisaris.
Selanjutnya, Andry Wisnu Triyudanto ditunjuk sebagai komisaris utama sekaligus komisaris independen. MSIN juga mengangkat Arthur William Tirtasentana dan Roderick John Sutton sebagai komisaris independen baru.
Di tingkat direksi, perusahaan memberhentikan Kanti Mirdiati Imansyah dan Titan Hermawan. Sementara itu, Angela Tanoesoedibjo tetap memimpin jajaran direksi bersama sejumlah direktur lainnya untuk memastikan keberlanjutan strategi bisnis perusahaan.
