Maybank Pertahankan Target IHSG 8.400 hingga Akhir 2026 Meski Ada Sentimen MSCI

Maybank Menilai Kebijakan MSCI Membatasi Kenaikan IHSG dalam Jangka Pendek
JAKARTA — Maybank Sekuritas tetap mempertahankan proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level 8.400 pada akhir 2026 meskipun Morgan Stanley Capital International (MSCI) memperpanjang kebijakan penghentian sementara terhadap saham Indonesia hingga Mei 2026. Keputusan ini dinilai memberi tekanan terbatas pada ruang kenaikan pasar dalam waktu dekat.
Head of Research Maybank Sekuritas, Jeffrosenberg Chenlim, menjelaskan bahwa MSCI masih melanjutkan evaluasi terhadap reformasi pasar modal Indonesia. Ia menyebutkan bahwa pembaruan berikutnya akan muncul dalam agenda Market Accessibility Review pada Juni 2026.
Menurutnya, pelaku pasar telah mengantisipasi kebijakan tersebut, sehingga dampaknya tidak terlalu mengejutkan. Oleh karena itu, Maybank tetap mempertahankan target IHSG di level 8.400 dengan asumsi valuasi sekitar 12,1 kali price to earnings ratio untuk tahun buku 2026.
MSCI Menahan Kenaikan Bobot Saham Indonesia dan Membatasi Arus Dana Asing
Lebih lanjut, Maybank menilai kebijakan MSCI bersifat tidak simetris karena menahan potensi kenaikan bobot saham Indonesia di indeks global. MSCI juga menghentikan masuknya saham baru serta kenaikan kelas saham, meskipun terdapat peningkatan free float di sejumlah emiten.
Kondisi tersebut secara langsung membatasi peluang masuknya dana asing yang biasanya mengikuti perubahan indeks global. Namun di sisi lain, risiko penurunan tetap terbuka karena MSCI masih dapat mengeluarkan saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC).
Selain itu, MSCI juga berpotensi menyesuaikan estimasi free float berdasarkan data terbaru. Situasi ini menciptakan ketidakseimbangan karena peluang kenaikan tertahan, sementara risiko penurunan tetap berjalan.
Sentimen Pasar Tetap Positif dan Peluang Investasi Masih Terbuka
Meski demikian, Maybank melihat sentimen pasar terhadap Indonesia mulai membaik setelah pengumuman MSCI pada 21 April 2026. Probabilitas penurunan status Indonesia menjadi Frontier Market dinilai semakin kecil, sehingga memberikan dukungan psikologis bagi investor.
Dalam jangka pendek, pergerakan IHSG diperkirakan berlangsung lebih selektif. Namun peluang investasi tetap terbuka di sejumlah sektor unggulan.
Maybank menyoroti sektor batu bara yang masih didukung pasokan ketat, sektor telekomunikasi yang memperoleh manfaat dari sinergi merger, serta perbankan besar yang menawarkan valuasi menarik. Selain itu, emiten yang terkait dengan program pemerintah seperti makan bergizi gratis juga dinilai memiliki prospek positif.
Secara keseluruhan, kebijakan MSCI memang menahan laju kenaikan pasar dalam jangka pendek. Namun di sisi lain, upaya regulator dalam meningkatkan transparansi dan kredibilitas pasar modal Indonesia tetap menjaga kepercayaan investor dan menopang target IHSG hingga akhir 2026.
