Wall Street Melonjak Kuat Setelah The Fed Memangkas Suku Bunga Acuan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
Bursa saham Amerika Serikat mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Rabu, 10 Desember 2025. Wall Street bergerak mendekati rekor tertinggi setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25 persen untuk menopang pasar tenaga kerja dan menjaga momentum ekonomi.
Sejak awal perdagangan, investor merespons positif keputusan tersebut. Optimisme juga menguat seiring meningkatnya harapan pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada 2026. Sentimen tersebut mendorong aksi beli di hampir seluruh sektor utama.
Investor Mengerek Indeks Utama Wall Street ke Zona Hijau
Berdasarkan data perdagangan, indeks Dow Jones melonjak 497,46 poin atau 1,1 persen ke level 48.057,75. Pada saat yang sama, indeks S&P 500 naik 0,7 persen ke posisi 6.886,68 dan semakin mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang tercapai pada Oktober 2025. Sementara itu, indeks Nasdaq turut menguat 0,3 persen dan ditutup di level 23.654,16.
Kenaikan serempak tersebut mencerminkan keyakinan investor bahwa suku bunga yang lebih rendah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan valuasi aset berisiko, meskipun risiko inflasi masih menjadi perhatian pasar.
Pelaku Pasar Merespons Pernyataan Jerome Powell dengan Optimisme
Meskipun pasar telah mengantisipasi pemangkasan suku bunga ini, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell memberikan dorongan tambahan. Investor menilai Powell tidak menutup peluang pelonggaran kebijakan lanjutan dalam waktu mendatang, sehingga memicu optimisme baru di pasar keuangan.
Powell menyampaikan bahwa The Fed saat ini berada dalam posisi yang menantang. Di satu sisi, pasar tenaga kerja menghadapi tekanan perlambatan, sementara di sisi lain inflasi masih menunjukkan potensi kenaikan. Kondisi tersebut memaksa bank sentral menyeimbangkan kebijakan agar tidak memperburuk salah satu sisi dalam jangka pendek.
The Fed Menilai Kebijakan Suku Bunga Sudah Berada di Titik Netral
Untuk pertama kalinya dalam siklus penurunan suku bunga ini, Powell menegaskan bahwa tingkat suku bunga kini berada di level netral. Pada posisi tersebut, suku bunga tidak lagi mendorong inflasi maupun menekan pasar tenaga kerja secara berlebihan.
Dengan kondisi itu, The Fed memilih untuk bersikap lebih berhati-hati dan menunggu perkembangan data ekonomi terbaru. Powell menegaskan bank sentral memiliki ruang untuk menahan kebijakan sambil mengevaluasi arah perekonomian ke depan, khususnya terkait inflasi dan ketenagakerjaan.
