WEHA Bagikan Dividen Tunai Rp8,76 Miliar dan Catat Pertumbuhan Kinerja pada Awal 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497601/original/069263100_1770638743-1.jpg)
Jakarta – PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp6 per lembar saham atau setara Rp8,76 miliar. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar perusahaan sebagai bagian dari distribusi sekitar 39 persen laba bersih tahun buku 2025 kepada pemegang saham.
Direktur Utama Perseroan, Andrianto Putera Tirtawisata, menjelaskan keputusan pembagian dividen itu mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pemberian nilai tambah kepada investor. Pada saat yang sama, perusahaan juga terus memperkuat fondasi operasional untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
WEHA Tingkatkan Pendapatan dan EBITDA pada Kuartal Pertama 2026
Memasuki 2026, WEHA langsung membukukan pertumbuhan kinerja operasional. Pada kuartal pertama 2026, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp82 miliar atau tumbuh 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp70 miliar.
Selain itu, perusahaan juga berhasil meningkatkan EBITDA sebesar 23 persen dari Rp18,4 miliar pada kuartal I 2025 menjadi Rp22,6 miliar pada kuartal I 2026.
Andrianto menyampaikan seluruh lini bisnis perusahaan menunjukkan performa positif sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Kinerja tersebut memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri transportasi nasional.
WEHA Dorong Pertumbuhan dari Shuttle, Wisata, dan Logistik
Dari sisi operasional, segmen intercity shuttle menjadi kontributor utama pertumbuhan pendapatan. Unit bisnis ini mencatat kenaikan 31 persen, dari Rp41,9 miliar pada kuartal I 2025 menjadi Rp55 miliar pada kuartal I 2026.
Selanjutnya, segmen open trip juga menunjukkan perkembangan positif dengan pertumbuhan 12 persen, dari Rp1,7 miliar menjadi Rp1,9 miliar.
Sementara itu, segmen bus charter membukukan pendapatan Rp25,7 miliar. Meski mengalami penyesuaian sebesar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan tetap menjaga kontribusi segmen ini sebagai salah satu pilar bisnis utama.
WEHA Perkuat Aset Meski Laba Bersih 2025 Terkoreksi
Sepanjang 2025, WEHA mencatat pendapatan usaha sebesar Rp318 miliar atau tumbuh 4 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp304 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi layanan angkutan antarkota melalui pembukaan rute strategis baru serta penguatan layanan wisata domestik.
Di sisi neraca, total aset perseroan hingga 31 Desember 2025 meningkat 10 persen menjadi Rp414 miliar dari Rp378 miliar pada tahun sebelumnya.
Namun demikian, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp22,2 miliar atau turun 21 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp28,3 miliar. Penurunan laba dipicu kenaikan beban operasional, termasuk pembatasan bahan bakar bersubsidi di sejumlah wilayah, kenaikan tarif tol, serta meningkatnya harga suku cadang akibat pelemahan nilai tukar rupiah.
