IHSG Menguat 0,41% ke 6.646, Saham BUMI dan AMMN Melaju
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (8/9/2026) dengan penguatan 0,41% ke level 6.646,52. Kenaikan tersebut terjadi saat mayoritas saham bergerak positif pada awal sesi.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.02 WIB mencatat 340 saham menguat, sedangkan 139 saham melemah dan 484 saham lainnya bergerak stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan pasar masih memberikan respons positif terhadap sejumlah saham unggulan.
Saham Komoditas Mendorong Penguatan IHSG
Sejumlah saham berbasis komoditas menjadi penggerak utama IHSG pada pembukaan perdagangan. PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) mencatat kenaikan paling tinggi di jajaran LQ45 dengan menguat 4,90% menjadi Rp535.
PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga melaju 3,64% ke Rp228. Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 2,27% menjadi Rp4.510.
Selain ketiga saham tersebut, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) menguat 1,95% ke Rp1.045. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik 1,93% ke Rp9.250, sedangkan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) bertambah 1,68% ke Rp1.510.
Sejumlah Saham Unggulan Menekan Pergerakan IHSG
Di sisi lain, beberapa saham besar justru mengalami pelemahan pada awal perdagangan. PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) memimpin penurunan setelah terkoreksi 1% menjadi Rp2.980.
PT Indosat Tbk. (ISAT) turun 0,85% ke Rp2.330, sementara PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) melemah 0,64% menjadi Rp780. Tekanan juga muncul dari saham perbankan dan otomotif.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 0,51% ke Rp3.890. PT Astra International Tbk. (ASII) terkoreksi 0,41% ke Rp4.890, sedangkan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,38% ke Rp6.600.
Analis Memperkirakan IHSG Bergerak Konsolidatif
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai IHSG masih memiliki pijakan teknikal yang cukup kuat. Menurut dia, indeks masih berada di atas MA20 dan indikator MACD tetap positif.
Meski demikian, Reza melihat momentum kenaikan mulai melandai. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif pada rentang 6.600–6.700, dengan level 6.600 sebagai support dan 6.700 sebagai resistance.
Jika IHSG mampu menembus 6.700, indeks berpeluang melanjutkan penguatan. Sebaliknya, penurunan di bawah 6.600 dapat membuka ruang koreksi menuju 6.475 hingga 6.375.
Data Inflasi AS Menentukan Arah IHSG
Pelaku pasar juga menantikan data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis pada 11 September 2026. Konsensus memperkirakan inflasi headline mencapai 3,4% secara tahunan, sedangkan inflasi inti berada di level 2,4%.
Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan The Federal Reserve (The Fed). Inflasi yang melampaui perkiraan berpotensi meningkatkan tekanan terhadap IHSG, sementara angka yang lebih rendah dapat mendorong kembali minat investor terhadap aset berisiko.
